Tanah Longsor Mengancam Warganya, Kades Pelita Hijau-Gorontalo Umumkan Kabar Darurat

Kades Pelita Hijau adalah Albert Maele. Melalui akun facebooknya, ia menulis imbauan untuk warga mengungsi ke tempat aman. Sebab,

Penulis: Apris Nawu | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
ombongan Pihak Kepolisian dan pemerintah kecamatan dan warga Desa Pelita Hijau Meninjau langsung lokasi. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Tanah longsor terjadi di Pegunungan Mereki, Desa Pelita Hijau, Bone Bolango, Gorontalo. Karena khawatir, kepala desa (kades) setempat umumkan kabar darurat. 

Kades Pelita Hijau adalah Albert Maele. Melalui akun facebooknya, ia menulis imbauan untuk warga mengungsi ke tempat aman. Sebab, ada resiko bencana besar mengancam warga. 

"Memang benar himbauan itu, saya sampaikan untuk masyarakat melalui tiga kepala dusun berdekatan dengan aliran Sungai Aladi supaya mengungsi ke tempat aman," ungkap Albert, Rabu (11/1/2023). 

Desa Pelita Hijau terbagi atas tiga dusun. Menurut kades, dari tiga dusun itu, ada dua dusun yang terancam oleh bencana longsor dan banjir dari pegunungan. 

Saat didatangi tim Tribun Gorontalo, memang dua dusun yang dimaksud terisolasi. Jalannya rusak, serta tidak memiliki jaringan internet. Dikhawatirkan, jika terjadi bencana, masyarakat tidak bisa memberi informasi ke warga di luar dusun. 

Seperti yang dijelaskan oleh Yasin Dai Kepala Dusun (Kadus) 2 Desa Pelita Hijau. Katanya, memang dua dusun tersebut ada longsor yang mengancam. 

"Saya baru satu kali ke sana. Jauh lagi di sebelah dusun tiga, dan di dua dusun tersebut tidak ada jaringan internet, karena desa terjauh dari Kecamatan Bone Pantai, Bone Bolango," katanya.

Jika dilihat melalui pencitraan Google Earth, memang ada satu kawasan di pegunungan desa itu, tampak seperti terjadi longsor besar. 

Kawasan itu jika ditarik garis google earth, seluas kurang lebih 500-an meter persegi. Material longsor tampak turun ke wilayah Sungai Aladin yang jadi satu-satunya sumber air masyarakat setempat. 

Bukan kali ini saja bencana longsor terjadi di wilayah itu. Sebelumnya pada 2020 lalu juga terjadi longsor. Dampaknya parah hingga masyarakat mengungsi. 

"Jadi sebelumnya kemarin pernah terjadi tahun 2020 tetap sama ada longsor dari pegunungan sampai ke Sungai, kami semua mengungsi," terangnya.

Pada Senin 9 Januari 2023 lalu, masyarakat mendengar dentuman keras dari pegunungan Pelita Hijau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bone Bolango dan Camat Bone Pantai mengecek asal suara itu. 

Penelusuran asal suara dipimpin oleh Kapolres Bone Bolango AKBP Muhammad Ali. Pengecekan juga dilakukan oleh warga desa. Dan benar hasilnya, diduga memang terjadi longsor di atas pegunungan. (*)

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved