PDIP - Nasdem Berbalas Pantun, KSP: Menteri yang Kena Reshuffle Harus Senyum

PDIP dan Partai Nasdem saling berbalas 'pantun' soal reshuffle kabinet.

Editor: Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Ali Mochtar Ngabalin dan Jokowi. PDIP dan Partai Nasdem saling berbalas 'pantun' soal reshuffle kabinet. Isu perombakan kabinet memang santer usai sinyal kuat dari Presiden. 

Sedangkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar bakal diganti.

Menteri Syahrul dan Menteri Siti tengah disoroti kader PDIP.

Penyebab mencuatnya isu reshuffle berawal dari deklarasi Anies Baswedan sebagai capres Nasdem.

Para analis politik berpendapat tidak etis lagi Nasdem bertahan di pemerintahan sedangkan capres yang mereka usung dianggap antitesis dengan Jokowi.

Tapi pada beberapa kesempatan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh menyatakan Nasdem tetap mendukung pemerintahan hingga 2024.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, memprediksi Jokowi akan menyisakan satu menteri dari Nasdem dalam Kabinet Indonesia Maju (KIM).

Menurut dia, dari tiga menteri yang berasal Nasdem, dua di antaranya kemungkinan akan terkena reshuffle atau perombakan kabinet.

"Satu (menteri) akan dibiarkan, karena Nasdem biar bagaimanapun saat ini hubungannya tidak bagus dengan Jokowi, tetapi masih ada regulasi Jokowi, jadi masih ada satu, rasionalisasinya seperti itu," kata Ujang kepada Kompas.com, Selasa (3/1/2023).

Ujang juga menilai dorongan PDIP yang belakangan ini meminta dua menteri dari Nasdem dievaluasi menjadi indikasi lain.

Oleh karena itu, dua dari tiga menteri asal Nasdem diprediksi benar-benar bakal diganti dalam waktu dekat. "Makanya indikasi yang diucapkan oleh PDI-P ya seperti itu, dua (dirombak)," kata Ujang.

Menurut Ujang, ada sebab dan akibat menteri dari Nasdem belakangan ini semakin santer dikabarkan bakal dirombak oleh Jokowi.

Ia menyebut deklarasi Nasdem terhadap Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) menjadi pangkal permasalahannya.

Sejak akhir 2022 hingga awal 2023 ini Presiden Jokowi sudah empat kali ditanya wartawan mengenai isu perombakan Kabinet Indonesia Maju.

Dalam keempat kesempatan tersebut, Kepala Negara hanya memberi jawaban yang singkat.

Pada 23 Desember 2022, Presiden ditanyai tanggapan tentang hasil survei terbaru dari lembaga Charta Politika yang menyebutkan mayoritas responden sepakat bila Presiden merombak kabinet Indonesia Maju.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved