Khotbah Jumat Gorontalo
Pesan Khotbah Jumat Gorontalo: Akhir Tahun Harusnya Jadi Ajang Introspeksi Diri
Seperti biasa, salat Jumat diawali khotbah dan kali ini dibawakan oleh Ustad Alwin Toma, Qori Internasional asal Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/30122022_khotbah-jumat.jpg)
"Marilah kita jadikan pelajaran dari segala perbuatan umat-umat di atas, agar kita dijauhi siksaan Allah," tutur dia.
Kedua, memasuki tahun baru harusnya menyadarkan semua orang bahwa semakin pendek umurnya di dunia.
Sebagai seorang mukmin, sepatutnya percaya bahwa kehidupan bumi ini akan berakhir, kemudian kita semua bakal dihadapkan kehidupan akhirat.
Semakin bertambahnya usia, semakin dekat seseorang pada kematian. Fakta ini harusnya membuat setiap orang bermuhasabah atau introspeksi.
Dengan muhasabah, seseorang bisa mengontrol diri dan mengingat semua perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.
“Selain itu, kita akan didorong untuk menjadi manusia lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.” katanya.
Rasulullah SAW bersabda, orang yang cerdas adalah orang yang sering berintropeksi diri, dan beramal untuk kepentingan akhirat. Dan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsu dan berangan-angan saja kepada Allah.
Ustad Alwin menambahkan, agar lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, maka di penghujung tahun ini ada tiga yang perlu jadi pedoman.
Pertama, bermuhasabah atau merenungkan diri sendiri, sejauh mana kita melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangannya.
Sejauh mana melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar.
“Sejauh mana bisa memanfaatkan umur kita? Sudahkah kita beribadah dengan benar?” ungkap dia.
Kedua, muhasabah membawa merenungkan bagaimana beramal terhadap titipan Allah, seperti istri dan anak. Sejauh mana memperkenalkan ajaran-ajaran agama kepada mereka.
“Sudahkah kita menghidupi mereka dengan harta yang halal?” katanya.
“Kemudian, muhasabah membuat kita merenungkan diri tentang hubungan sosial. Sejauh mana kita memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar?” katanya.
Karena itu, dalam menghadapi momen pergantian tahun, tidak ada jalan kecuali memanjatkan puji syukur kepada Allah, dan berdoa semoga Allah memanjangkan umur.
“Berdoa agar Allah menjaga anak-istri kita dari memperingati tahun baru dengan maksiat nahi munkar, serta memberitahu tetangga atau kerabat agar menjauhi kemaksiatan.” tutup dia. (*)