Kamis, 12 Maret 2026

Khotbah Jumat Gorontalo

Pesan Khotbah Jumat Gorontalo: Akhir Tahun Harusnya Jadi Ajang Introspeksi Diri

Seperti biasa, salat Jumat diawali khotbah dan kali ini dibawakan oleh Ustad Alwin Toma, Qori Internasional asal Gorontalo.

Tayang:
zoom-inlihat foto Pesan Khotbah Jumat Gorontalo: Akhir Tahun Harusnya Jadi Ajang Introspeksi Diri
TribunGorontalo.com/Jill
Khotbah Jumat. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Masjid Baitul Haq Islamic Center dipenuhi ratusan warga Gorontalo untuk menunaikan salat Jumat.

Seperti biasa, salat Jumat diawali khotbah dan kali ini dibawakan oleh Ustad Alwin Toma, Qori Internasional asal Gorontalo. 

Ustad Alwin menyampaikan, saat ini semua umat bakal menghadapi malam pergantian tahun. 

Berbagai tempat penginapan dan hiburan akan diburu masyarakat tak terkecuali umat muslim Gorontalo. 

Mulai dari hotel hingga tempat hiburan malam akan menjadi destinasi utama. 

Tempat-tempat itu menawarkan pelbagai macam kegiatan menyambut tahun baru. 

Sebagai seorang muslim, kata ustad Alwi, ada dua yang harus ditanamkan dalam diri ketika malam pergantian tahun. 

Pertama, pergantian tahun merupakan nikmat yang harus kita syukuri sesuai amanat Al-Qur'an pada Surah Al-Baqarah ayat 7. 

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." katanya mengutip ayat dalam Alquran.

Kenyataan dewasa ini, hanya sedikit umat muslim menghabiskan malam pergantian dengan memanjatkan doa. Padahal Allah telah memanjangkan umurnya. 

"Di antara kita, masih banyak menggelar hajatan dan kemaksiatan. Sebagian menghamburkan uang, sebagian lain mabuk-mabukkan," kata Ustad Alwi. 

"Tak jarang anak-anak muda ugal-ugalan menggunakan sepeda motor. Dan banyak remaja melakukan pergaulan bebas," ucap dia. 

Dirinya pun mengajak umat islam di Gorontalo agar segera menyadari bahwa semua kemaksiatan itu akan mengundang datangnya azab dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 

Dalam Al-Quran telah diceritakan kelakuan umat-umat terdahulu. Dari kaum A'ad, kaum Madyan, Bani Israil, semua umat-umat itu diberi nikmat oleh Allah, namun mereka tidak mensyukuri, malah mereka bermaksiat dan kemungkaran. Sehingga, Allah menyiksa mereka. 

Saat menantikan tahun baru nanti, khatib mengajak kaum muslimin Gorontalo sujud syukur dan menjauhi perbuatan maksiat. 

"Marilah kita jadikan pelajaran dari segala perbuatan umat-umat di atas, agar kita dijauhi siksaan Allah," tutur dia. 

Kedua, memasuki tahun baru harusnya menyadarkan semua orang bahwa semakin pendek umurnya di dunia. 

Sebagai seorang mukmin, sepatutnya percaya bahwa kehidupan bumi ini akan berakhir, kemudian kita semua bakal dihadapkan kehidupan akhirat. 

Semakin bertambahnya usia, semakin dekat seseorang pada kematian. Fakta ini harusnya membuat setiap orang bermuhasabah atau introspeksi. 

Dengan muhasabah, seseorang bisa mengontrol diri dan mengingat semua perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. 

“Selain itu, kita akan didorong untuk menjadi manusia lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.” katanya. 

Rasulullah SAW bersabda, orang yang cerdas adalah orang yang sering berintropeksi diri, dan beramal untuk kepentingan akhirat. Dan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsu dan berangan-angan saja kepada Allah. 

Ustad Alwin menambahkan, agar lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, maka di penghujung tahun ini ada tiga yang perlu jadi pedoman. 

Pertama, bermuhasabah atau merenungkan diri sendiri, sejauh mana kita melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangannya.

Sejauh mana melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar.

“Sejauh mana bisa memanfaatkan umur kita? Sudahkah kita beribadah dengan benar?” ungkap dia. 

Kedua, muhasabah membawa merenungkan bagaimana beramal terhadap titipan Allah, seperti istri dan anak. Sejauh mana memperkenalkan ajaran-ajaran agama kepada mereka.

“Sudahkah kita menghidupi mereka dengan harta yang halal?” katanya. 

“Kemudian, muhasabah membuat kita merenungkan diri tentang hubungan sosial. Sejauh mana kita memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar?” katanya.  

Karena itu, dalam menghadapi momen pergantian tahun, tidak ada jalan kecuali memanjatkan puji syukur kepada Allah, dan berdoa semoga Allah memanjangkan umur.

“Berdoa agar Allah menjaga anak-istri kita dari memperingati tahun baru dengan maksiat nahi munkar, serta memberitahu tetangga atau kerabat agar menjauhi kemaksiatan.” tutup dia. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved