Minggu, 15 Maret 2026

Arti Kata

Mengenal Apa Itu Nawolo, Surat Raja yang Masih Jadi Misteri dalam Konflik di Keraton Solo

Keberadaan nawolo yang menjadi salah satu dasar konflik di Keraton Kasunanan Surakarta di Kota Solo hingga kini masih menjadi misteri, apa itu nawolo?

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Wahid Nurdin
zoom-inlihat foto Mengenal Apa Itu Nawolo, Surat Raja yang Masih Jadi Misteri dalam Konflik di Keraton Solo
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Kondisi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Sabtu (24/12/2022) setelah terjadi ricuh hingga sejumlah orang dilarikan ke rumah sakit. Salah satu misteri dalam perselisihan di Keraton Solo ini ialah keberadaan Nawolo, apa itu? 

TRIBUNGORONTALO.COM - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa Tengah sedang dilanda kabar tak sedap.

Pasalnya baru-baru ini, terjadi geger atau konflik di dalam Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Dalam konflik di lingkup Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ini, terdapat nawolo yang keberadaannya hingga saat ini masih menjadi misteri.

Apa Itu Nawolo?

Menurut wikitionary, Nawolo atau yang juga ditulis sebagai Nawala adalah kata dari Bahasa Jawa yang mengandug arti 'surat'.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Paes Ageng, Riasan Erina Gudono saat Acara Pernikahan dengan Kaesang Pangarep

Contoh: Abdi dalem kumitir duwe jejibahan ngirim nawala saka kraton (Abdi dalem kumitir punya kewajiban mengirim surat dari keraton).

Dilansir TribunGorontalo.com dari TribunSolo.com, dalam hal ini, Nawolo adalah surat berisi titah raja.

Konflik Keraton Solo

Perselisihan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebenarnya telah terjadi sejak Raja Kasunanan Hadiningrat, Pakubuwono XII mangkat pada 2004.

Baca juga: Apa Itu Paringgitan? Terkait Pantangan dalam Pernikahan Kaesang dan Erina di Pura Mangkunegaran

Namun perselisihan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akhir-akhir ini kembali memanas.

Perselisihan ini terjadi antara kubu Pro Pakubuwono PB XIII Hangabehi dengan anak cucu PB XIII yang mendirikan kelompok bernama Lembaga Dewan Adat (LDA).

Dari pihak LDA, putri PB XIII, GRAy Devi Lelyana Dewi mengungkapkan satu penyebab konflik yakni saat ia kesulitan menemui ayahnya sendiri.

Untuk diketahui, kubu LDA sendiri merupakan kerabat keraton yang berisi para adik dan anak raja.

GRAy Devi bercerita dihalang-halangi menemui ayahnya hingga disodorkan Nawolo.

Baca juga: Luhut hingga Maruf Amin Kenakan Blangkon di Pernikahan Kaesang-Erina, Apa Itu Blangkon?

Nawolo atau surat berisi titah raja inilah yang menjadi dasar para abdi dalem melarang GRAy Devi menemui sang ayah.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved