Tak Sekadar Perayaan Ibadah Katolik - Kristen, Natal: Dari Sinterklas hingga Memasak

Merayakan Natal. Ya, hari raya yang disucikan untuk memeringati kelahiran Yesus ini selalu diperingati setiap tanggal 25 Desember.

Editor: Lodie Tombeg
TribunGorontalo.com
Ibadah Natal di Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, Minggu 25 Desember 2022. Merayakan Natal. Ya, hari raya yang disucikan untuk memeringati kelahiran Yesus ini selalu diperingati setiap tanggal 25 Desember. 

Dikutip dari kompas.com, sosok pria berkostum merah ini awalnya bermula dari kisah seorang biarawan sederhana bernama Santo Nicholas, yang berasal dari Myra -saat ini masuk wilayah Turki- sekitar tahun 280 M.

Ia dikenal karena kedermawanannya, yang suka membagikan harta bendanya kepada anak-anak, orang miskin, dan yang membutuhkan setiap tanggal 6 Desember.

Oleh sebab itu, Santo Nicholas ditetapkan sebagai santo pelindung anak-anak dan tanggal 6 Desember dipilih untuk merayakannya.

Ketenaran Sinterklas mulai meluas ketika W. Irving pada tahun 1809, memasukkan namanya dalam bukunya yang berjudul "The History of New York".

"Sint Nikolaas" yang merupakan bahasa Belanda untuk Santo Nikolas, kemudian disingkat menjadi "Sinter Klaas".

Dalam perkembangannya, Sinter Klaas lagi-lagi berubah dan populer dengan sebutan Santa Claus.

Tradisi Natal populer Lihat Foto ilustrasi kukis cokelat madu, kue kering untuk Natal.

Tentu saja, Sinterklas bukan satu-satunya tradisi Natal yang populer. Ada sejumlah tradisi yang banyak dilakukan orang saat sebelum atau sesudah Natal bersama keluarga atau orang yang dicintainya.

Lalu, apa sajakah itu?

1. Menonton film Natal

Film dengan tema Natal adalah film terlaris sepanjang masa.

Selain ditonton sendiri, film Natal juga dijadikan bagian yang sulit dilepaskan bagi banyak keluarga untuk menghabiskan waktu bersama.

2. Menyanyikan lagu-lagu Natal

Natal juga tidak lengkap tanpa menyanyikan lagu-lagu bertema Natal.

Kita tentunya sering mendengar lagu Natal menjelang tanggal 25 Desember. Sebut saja "Santa Claus Is Coming to Town" atau "All I Want For Christmas Is You".

3. Menghias pohon Natal

Tradisi menebang pohon cemara, memasangnya di dalam ruangan, dan mendekorasinya untuk Natal berasal dari Jerman pada abad ke-16.

Sejak saat itu, menghias pohon Natal menjadi salah satu tradisi liburan yang paling disukai sepanjang masa, baik menggunakan pohon asli atau palsu.

4. Memberi hadiah

Ada banyak cara untuk menunjukkan cinta kepada orang lain selama Natal dan salah satu cara yang sering dilakukan adalah memberikan hadiah.

Tradisi pemberian hadiah dikatakan sebagai pengingat hadiah yang dibawa oleh tiga orang Majus kepada bayi Yesus.

5. Menghiasi ruangan

Layaknya hari raya atau hari penting lainnya, Natal tidak aka semarak tanpa menghias ruangan. Mendekorasi rumah, halaman, kantor, mobil, atau bahkan diri sendiri bisa dilakukan agar suasana Natal semakin meriah.

6. Merangkai lampu

Lampu berkelap-kelip adalah komponen penting dari dekorasi Natal. Lampu ini bisa dipasang di pohon Natal atau benda lainnya.

7. Menempel karangan bunga di pintu depan

Tradisi menempel karangan bunga sudah dilakukan banyak orang sejak lama. Kamu bisa membeli karangan bunga untuk Natal di toko aksesoris pusat perbelanjaam, atau melalui toko online.

8. Memasak

Natal akan menjadi lebih seru bila tersaji berbagai hidangan di atas meja makan.

Natal memang dijadikan tradisi bagi banyak orang untuk makan bersama keluarga.

(*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved