Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-303: Korea Utara Bantah Pasok Senjata untuk Pasukan Putin
Kondisi terkini perang di Ukraina, Jumat (23/12/2022): Korea Utara bantah memasok senjata untuk pasukan militer Presiden Rusia Vladimir Putin.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kim-jong-un_1_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Perang di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Juma (23/12/2022) telah berlangsung selama 303 hari.
Kabar terbaru di antaranya adalah Korea Utara membantah memasok senjata ke Rusia di tengah invasi di Ukraina.
Invasi ini dimulai sejak Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022) lalu.
Putin bahkan menyebut invasinya itu sebagai 'operasi militer khusus' ini, untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-302: Temui Biden, Zelensky Percaya AS Bisa Bebaskan Ukraina
Namun seiring perkembangannya, Rusia justru mencaplok 4 wilayah Ukraina yakni Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson sekaligus.
Konflik yang melibatkan dua negara bertetangga tersebut, hingga kini masih berlanjut dan belum tampak tanda-tanda untuk segera berakhir.
Kabar Terbaru Perang Rusia vs Ukraina
Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-303 perang Rusia dengan Ukraina:
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa dia kembali ke Ukraina "dengan hasil yang baik" setelah kunjungannya ke Washington, D.C Ibu Kota Amerika Serikat.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-301: Zelensky Berencana Kunjungi Gedung Putih AS Hari Ini
Dalam pesan video pertamanya setelah bertemu dengan Presiden AS Joe Biden dan berpidato di Kongres AS, Zelensky berterima kasih kepada presiden "atas bantuannya, kepemimpinan internasionalnya, dan tekadnya untuk menang".
- Zelensky memberikan pidato menantang pada sidang gabungan Kongres pada Rabu (21/12/2022), dengan mengatakan dukungan Washington yang berkelanjutan adalah kunci kemenangan akhir.
Kunjungannya ke AS tersebut merupakan perjalanan luar negeri pertama Zelensky sejak perang Rusia vs Ukraina dimulai.
Perjalanan Zelensky ke AS dilakukan di tengah kekhawatiran bahwa kepemimpinan DPR dari Partai Republik yang akan datang mungkin menentang proposal untuk tambahan senjata dan bantuan lain senilai 45 miliar dolar tahun depan.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-300: Kunjungi Belarus, Putin Bahas Ini dengan Lukashenko
- Gedung Putih AS mengumumkan bantuan lebih lanjut sebesar 1,85 miliar dolar.
Termasuk, untuk pertama kalinya mengirim rudal pertahanan udara Patriot dalam rangka melindungi infrastruktur Ukraina, yang telah dilumpuhkan oleh serangan Rusia.
- AS memberlakukan sanksi baru terhadap 10 entitas angkatan laut Rusia atas operasi Moskow terhadap pelabuhan Ukraina, kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.
Sejumlah 6 entitas yang ditargetkan dalam sanksi terbaru ditunjuk untuk beroperasi atau telah beroperasi baik di sektor pertahanan dan material terkait serta sektor kelautan ekonomi Rusia, kata Departemen Luar Negeri AS pada Kamis (22/12/2022).
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-299: Inggris Umumkan Bantuan Baru Senilai 250 Juta Pound ke Kyiv
- Putin, mengatakan pertahanan udara Patriot yang disuplai AS ke Ukraina adalah sistem senjata lama yang dapat "dihancurkan" oleh Rusia.
“Pertahanan udara Patriot adalah sistem yang sudah ketinggalan zaman,” kata Putin kepada wartawan di Moskow.
Putin menambahkan bahwa sistem S-300 Rusia mengunggulinya.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-297: Putin Kembali Luncurkan 70 Rudal Lebih ke Ukraina
- Menjawab pertanyaan tentang kemungkinan mengakhiri perang dengan Ukraina melalui jalur diplomatik, Putin mengatakan bahwa “semua konflik bersenjata berakhir melalui negosiasi”.
Kremlin mengatakan pasokan sistem rudal Patriot AS ke Kyiv tidak akan berkontribusi untuk menyelesaikan konflik antara Rusia dan Ukraina serta tidak akan mencegah Moskow mencapai tujuannya.
- Kementerian Luar Negeri Korea Utara membantah laporan media bahwa mereka memasok amunisi ke Rusia.
Korea Utara (Korut) menyebutnya sebagai hal yang "tidak berdasar".
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-296: Moskow Disebut Tengah Siapkan Serangan Besar di Tahun Baru
Korut juga mengecam AS karena menyediakan senjata mematikan ke Ukraina, lapor kantor berita resmi Korea Utara KCNA pada hari Jumat.
Sebelumnya, Tokyo Shimbun Jepang melaporkan bahwa Korea Utara telah mengirimkan amunisi, termasuk peluru artileri ke Rusia melalui kereta api.
Yang mana kereta api itu melewati perbatasan mereka bulan lalu dan pengiriman tambahan diharapkan dalam beberapa minggu mendatang.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-295: Moskow Tolak Proposal Gencatan Senjata saat Natal
- Menlu Inggris James Cleverly mengutuk Korea Utara dan mengatakan bahwa Putin beralih ke Pyongyang untuk mendapatkan senjata "adalah tanda keputusasaan dan isolasi Rusia".
- Seorang pejabat yang ditempatkan Rusia di bagian wilayah Kherson selatan Ukraina yang dikendalikan oleh pasukan Putin tewas pada hari Kamis dalam serangan bom mobil, menurut pemerintah lokal pro-Moskow.
Andrei Shtepa, Kepala Desa Lyubimovka yang pro-Rusia di wilayah Kherson, dilaporkan meninggal setelah sebuah mobil meledak, katanya, menyalahkan "teroris Ukraina".
Laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-294: AS Rampungkan Rencana Pengiriman Rudal Patriot ke Kyiv
- Pihak berwenang Jerman mengatakan mereka menangkap seorang pegawai Dinas Intelijen Luar Negeri Jerman karena dicurigai melakukan pengkhianatan karena diduga menyampaikan informasi ke Rusia.
Tersangka, seorang warga negara Jerman yang diidentifikasi hanya sebagai Carsten L, ditangkap di Berlin pada hari Rabu, kata jaksa federal dalam sebuah pernyataan.
Itu terjadi hanya beberapa hari setelah Austria mengatakan telah mengidentifikasi seorang warga negara Yunani berusia 39 tahun yang dicurigai sebagai mata-mata Rusia.
- Putin menelepon calon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, pada hari Kamis untuk memberi selamat kepadanya karena telah membentuk pemerintahan dan untuk membahas situasi di Ukraina, menurut sebuah pernyataan dari kantor Netanyahu.
Netanyahu mengatakan kepada Putin "dia berharap cara akan ditemukan dengan cepat untuk mengakhiri perang (dengan Ukraina) dan penderitaan yang disebabkan olehnya", katanya.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)