Minggu, 8 Maret 2026

Pilpres 2024

Andika Perkasa Dampingi Anies Baswedan Maju Pilpres 2024? Ini Tanggapan PKS- Demokrat

Konstelasi politik Pilpres 2024 diramaikan dengan isu mantan Panglima TNI Andika Perkasa menjadi cawapres dari Anies Baswedan.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Andika Perkasa Dampingi Anies Baswedan Maju Pilpres 2024? Ini Tanggapan PKS- Demokrat
Kolase TribunGorontalo.com
Andika Perkasa dan Anies Baswedan. Konstelasi politik Pilpres 2024 diramaikan dengan isu mantan Panglima TNI Andika Perkasa menjadi cawapres dari Anies Baswedan. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Konstelasi politik Pilpres 2024 diramaikan dengan isu mantan Panglima TNI Andika Perkasa menjadi cawapres dari Anies Baswedan.

Andika Perkasa memang sempat masuk bursa capres Partai Nasdem. Namun Nasdem telah umumkan Anies sebagai capres.

Belakangan nama Andika muncul untuk posisi cawapres.

Duet Anies - Andika bakal diusung Nasdem bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Lalu bagaimana dengan Partai Demokrat?

Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan pihaknya tetap mendorong agar Anies Baswedan dapat berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hal itu disampaikan setelah Nasdem diduga tengah mendekati Andika Perkasa.

Sehingga, muncul wacana mantan Panglima TNI itu menjadi salah satu figur calon wakil presiden (cawapres) dari Koalisi Perubahan.

“Keinginan kader dan konstituen kami, nama Anies-AHY yang paling sering disebut-sebut,” kata Herzaky dalam keterangannya, Kamis (22/12/2022).

Ia mengatakan, Koalisi Perubahan yang tengah dijajaki bersama Partai Nasdem, dan PKS mengedepankan prinsip kesetaraan.

Artinya, setiap partai politik (parpol) sama-sama menghargai usulan masing-masing.

“Jadi silahkan saja jika Nasdem ataupun PKS mengusulkan nama-nama capres, atau cawapres. Itu kan hak teman-teman Nasdem, dan PKS. Kami tidak boleh melarang atau membatasi,” ujar Herzaky.

“Begitu pula dengan kami, Demokrat, tentu saja bebas pula mengusulkan siapa saja,” katanya lagi.

Dalam pandangannya, Demokrat mengedepankan prinsip realistis dan rasionalitas dalam penentuan pasangan calon (paslon) capres-cawapres.

Prinsip realistis terkait dengan parpol yang mengusung kadernya sendiri, karena dirasa mempermudah pemenangan.

“Rasional, bahwa pada prinsipnya koalisi ini ingin menang, bukan sekedar meramaikan kontestasi Pilpres,” ujarnya. Herzaky mengatakan, Anies-AHY telah memenuhi prinsip tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved