Pemkot Gorontalo Sabet Penghargaan Mitra Strategis Kolaboratif Bank Indonesia
BI menyebut, pemkot gencar menyosialisasikan kepada rupiah kepada masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BI-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo menyabet penghargaan dari Bank Indonesia (BI).
Pemkot Gorontalo sabet penghargaan sebagai mitra strategis dalam berkolaborasi dengan BI. Apalagi dalam hal mendukung edukasi cinta bangga paham rupiah wilayah Gorontalo tahun 2022.
BI menyebut, pemkot gencar menyosialisasikan kepada rupiah kepada masyarakat.
"Penghargaan ini adalah bentuk mitra kerja yang paling kolaboratif dalam mensosialisasikan cinta rupiah," ungkap Marten Taha, Wali Kota Gorontalo saat diwawancarai Tribungorontalo.com usai menghadiri acara Tahunan Bank Indonesia, Rabu (30/11/2022).
Lanjut Marten, ke depan masyarakat Kota Gorontalo diminta untuk melakukan pembayaran nontunai.
"Jadi diwajibkan masyarakat Gorontalo pembayaran secara nontunai melalui aplikasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)," tutur Marten.
Menggunakan QRIS memungkinkan masyarakat tidak perlu membawa uang tunai.
"Saya sudah wajibkan menggunakan kanal pembayaran melalui QRIS, baik pengguna bentor, rumah makan, warung, pasar tradisional," jelasnya.
Sebelumnya Pemkot Gorontalo telah melaksanakan penggunaan QRIS sebagai salah satu media pembayaran untuk pajak dan retribusi sejak tahun 2020.
Penggunaan QRIS tersebut dalam rangka mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui penggunaan kanal berbasis QRIS.
Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo sangat berterima kasih kepada Bank Indonesia (BI) telah melakukan program kolaborasi melalui pencanangan pasar dan pusat perbelanjaan yang Sehat, Inovatif dan Aman Pakai (SIAP) QRIS menjadikan salah satu pusat perbelanjaan yakni City Mall yang menjadi piloting SIAP QRIS di Kota Gorontalo.
"Upaya peningkatan akuntabilitas dan transparansi keuangan daerah yang menjadi program mempercepat implementasi transaksi tunai, pengelolaan keuangan daerah yang tertib, efisien, ekonomis, efektif serta transparan, " ujar Ismail Madjid. (*)