Sinopsis Film
Rekomendasi Drama Korea yang Memberikan Kualitas Gambar Memukau, Sinematik Abis Bikin Betah Nonton!
Kamu penggemar Drama Korea tapi juga penikmat gambar yang memiliki visual menakjubkan dan sinematik? Jika iya, rekomendasi ini cocok banget buat kamu!
Penulis: Ananda Putri Octaviani | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Drama-Korea-The-Legend-of-the-Blue-Sea.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Kamu penggemar Drama Korea tapi juga penikmat gambar yang memiliki visual menakjubkan dan sinematik? Jika iya, rekomendasi ini cocok banget buat kamu!
Dalam 5 drama Korea yang masuk rekomendasi kali ini, kamu bakal disuguhkan oleh kisah drakor yang indah, baik penulisan hingga sisi sinematiknya.
Visual yang diberikan akan memikat penontonnya, menjadikan kamu bakal makin betah menyaksikan drama Korea dalam rekomendasi ini.
Baca juga: Rekomendasi Drama Korea yang Lebih dari 1 Seasons Buat Ditonton si Penggemar Drakor Panjang
Baca juga: Rekomendasi Drama Korea Tentang Kuliner yang Bakal Bikin Kamu Selalu Lapar saat Nonton
Memang, beberapa menilai sinematografi sebagai hal sekunder dari plot dan pertunjukan dalam drama Korea.
Dan karenanya, tak jarang hal itu menjadi luput dari perhatian.
Namun, beberapa drama ini akan benar-benar luar biasa dan wajib dapat pujian karena memberikan mata Anda pemandangan yang indah.
Tak hanya itu, palet warna yang konotstif, pencahayaan, dan citra emosial dalam drama tampaknya juga menjadi perhatian, membuat penonton merasa nyaman.
Nah, tanpa harus berlama-lama, yuk simak rekomendasi drama Korea ini, seperti dikutip dari Soompi:
Baca juga: Rekomendasi Drama Korea yang Tampilkan Pasangan si Miskin dan Kaya, Jadi List Drakor Wajib Tonton!
1. Goblin
Dari sutradara "Descendants of the Sun" (Lee Eung Bok), drama ini adalah salah satu yang paling sinematik dan memberi visual menakjubkan yang pernah kita lihat dalam beberapa tahun terakhir.
Set piece yang rumit menghasilkan bidikan yang indah, kaya akan simetri, dan detail yang dikelola dengan hati-hati.
Mirip dengan gaya karya Wes Anderson atau Stanley Kubrik, kamera menjadi lancar dengan penggunaan tracking dan panning yang baik sehingga tidak ada pemandangan yang terasa statis dan tidak ada potensi yang hilang.
Setiap adegan difilmkan setidaknya dari enam sudut yang berbeda, dengan segala upaya dilakukan untuk membuat setiap bidikan menjadi indah dan menarik, termasuk penggunaan transisi yang cerdik untuk membuat bidikan melebur satu sama lain, melanjutkan dampak satu bidikan pada narasi.
2. The Legend of the Blue Sea
Urutan kredit pembuka dari drama ini mengatakan itu semua, memadukan kehidupan dua pemeran utama, satu manusia di darat dan yang lainnya putri duyung dalam fantasi lautan.