Napi Pohuwato Sulap Sabut Kelapa Jadi Karya Seni, Pemasaran Tembus Makassar dan Pulau Jawa

Seperti potret yang diterima TribunGorontalo.com, Kamis (24/11/2022) tampak seorang napi tengah sibuk menabur sabut kelapa halus ke sebuah bidang. 

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Seorang napi Lapas Pohuwato sedang melukis menggunakan sabut kelapa. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Marisa - Hanya bermodal sabut kelapa, seorang narapidana (napi) di Lapas Pohuwato, mampu menciptakan karya seni. 

Seperti potret yang diterima TribunGorontalo.com, Kamis (24/11/2022) tampak seorang napi tengah sibuk menabur sabut kelapa halus ke sebuah bidang. 

Sabut itu lantas diwarnai, hingga membentuk pola dan bentuk wajah seorang tokoh berjas hitam lengkap dengan songkok. 

Melalui laporan tertulis, Kepala Lapas Pohuwato, Irman Jaya mengatakan, pihaknya memberi kesempatan para napi untuk berkarya. 

Dirinya membebaskan para napi untuk menyalurkan kreativitas dan inovasi. Harapannya, agar napi tentu bisa menghasilkan karya yang bagus. 

Apalagi, kini sapras (sarana dan prasarana) telah disediakan. 

"Kita siapkan beberapa fasilitas sarana dan prasarana pendukung kegiatan kerja bagi warga binaan, sehingga mereka dapat mengasah keterampilan dan skill nya untuk menjadi seorang entrepreneur," ungkap Imran.

Ia berharap, napi tersebut ketika bebas dan kembali ke masyarakat, membawa bekal pengetahuan dan mengaplikasikan keilmuannya yang di dapat selama di dalam Lapas.

Sebetulnya beber Imran, tujuan pembinaan keterampilan adalah mengubah kebiasaan napi. Lebih bagus jika nanti setelah bebas, bisa lebih produktif dalam berkarya dan berinovasi. 

“Kami mengapresiasi juga keberadaan warga binaan telah turut serta dalam upaya pelestarian lingkungan dengan memanfaatkan limbah menjadi produk yang bernilai ekonomis, dan juga dapat menambah pemasukan ekonomi bagi keluarganya.” kata dia. 

Selanjutnya Kepala Seksi Bimbimgan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binapigiatja), Zainal Bempah memaparkan, produk kerajinan handycraft yang diproduksi oleh warga binaan, adalah murni kreatifitas mereka.

"Beberapa produk kerajinan handycraft yang dihasilkan dari pemanfaatan limbah serbuk sabut dan ijuk kelapa sudah banyak yang dipasarkan di wilayah lokal Gorontalo, termasuk daerah luar Gorontalo seperti Manado, Makassar bahkan ke pulau Jawa.” kata dia.

Meski diakui Zainal, pihaknya memiliki kendala di pemasaran atau promosi produk. Selain itu, juga ketersediaan stok produk tersebut.

Artinya, produk yang dihasilkan belum mampu memenuhi kebutuhan pasar yang begitu besar. 

“Olehnya sesuai arahan bapak Kalapas bahwa tahun 2023 menjadi tahun target promosi dan ekspansi, dan kami akan maksimalkan untuk target tersebut," bebernya.

Adapun hasil penjualan karya napi menggunakan sistem bagi hasil. Pembagian lainnya disetor ke negara sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan membiayai kegiatan pembinaan lainnya.

Telah banyak dipampang di etalase workshop Lapas Pohuwato, beberapa hasil karya yang diproduksi oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), diantaranya, Lukisan, Pot Bunga, Tempat Tissue, dan pernak pernik aksesoris hiasan lainnya yang memiliki nilai artistik yang cukup tinggi dan siap untuk dipasarkan. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved