257 Warga Liluwo-Gorontalo Rela Antri Demi Dapatkan Bantuan

Sebanyak 257 warga Kota Gorontalo rela mengantre demi bantuan pemerintah pusat.

TribunGorontalo/Ade Puhi
Seorang warga Kota Gorontalo menerima bantuan sosial di Kantor Lurah Liluwo Kota Gorontalo. Sebanyak 257 warga Kota Gorontalo rela mengantre demi bantuan pemerintah pusat. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sebanyak 257 warga Kota Gorontalo rela mengantre demi bantuan pemerintah pusat.

Ratusan warga yang bermukim di Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo itu mengantre di kantor lurah

Warga mulai mengantre sejak pagi hari. Pantauan TribunGorontalo.com, mulai pukul 08.00 Wita warga telah beramai-ramai datang ke kantor lurah untuk bantuan sosial tersebut. Kamis (24/11/2022).

Saat ini warga masih berada di kantor lurah tersebut, meskipun antrian panjang tetap berjalan. Bagaimana tidak, warga bakal mendapatkan bantuan sekitar Rp. 1.000.000, tergantung jenis bantuan.

Indrawati Karim warga setempat mendapatkan bantuan sebanyak Rp. 1.275.000. Melalui surat dari Kantor Pos Gorontalo yang disampaikan ke pihak kelurahan, Indrawati tercatat mendapatkan tiga jenis bantuan.

Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM, Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Untuk BLT BBM Indrawati dapat Rp. 300.000, BNPT Sembako Rp. 600.000 dan PKH sebanyak Rp. 375.000.

Tak hanya Indrawati saja yang mendapatkan bantuan tersebut, terpantau juga beberapa Lansia turut mengantre di kantor lurah.

Adapun jenis bantuan yang diterima oleh ratusan warga Kota Gorontalo itu merupakan program pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos).

Dilansir dari Tribunnews.com, Kemensos akan mengalokasikan Rp 74,08 triliun atau 94,67 persen dari anggaran untuk belanja bansos. Adapun anggarannya yakni Rp 78,25 triliun Tahun Anggaran 2022 yang sudah disetujui DPR RI.

Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyatakan Kemensos tetap akan melaksanakan tugas perlindungan sosial melalui program bansos. Ia pun memastikan, pemerintah tidak akan menghentikan bantuan kepada masyarakat miskin yang terdampak pandemi.

Program bansos yang dikelola Kemensos terdiri dari bansos reguler dan bansos khusus. Bansos reguler dirancang untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam percepatan penanganan kemiskinan.

Bansos reguler yang dimaksud adalah Program PKH dan BPNT atau Kartu Sembako.

Pada 2022, Kemensos melanjutkan Bansos PKH dengan anggaran sebesar Rp 28,7 triliun. Anggaran itu ditargetkan untuk 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Penyaluran dilakukan setiap 3 bulan sekali dalam 4 tahap, yakni pada Januari, April, Juli dan Oktober. Lalu, pencairan dilakukan melalui Bank HIMBARA, yakni BNI, BRI, Mandiri, dan BTN. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved