Arti Kata
Gempa Cianjur Bermagnitudo 5,6 Telan 268 Jiwa, Apa Itu Magnitudo dan Bedanya dengan Skala Richter?
Gempa bumi Cianjur bermagnitudo 5,6 pada Senin (21/11/2022) menewaskan 268 orang, apa itu Magnitudo? Apa bedanya dengan Skala Richter?
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gempa-Cianjur_2.jpg)
Hal ini menghasilkan perkiraan besarnya yang terlalu rendah secara sistematis dalam kasus-kasus tertentu, suatu kondisi yang disebut saturasi.
Sejak tahun 2005 International Association of Seismology and Physics of the Earth's Interior (IASPEI) telah menstandarkan prosedur pengukuran dan persamaan untuk skala magnitudo utama, ML, Ms, mb, mB dan mbLg.
Baca juga: VIDEO: Update Korban Gempa Bumi Cianjur
Skala Richter
Selain Magnitudo, Anda pasti juga sering mendengar kata Skala Richter dalam penyebutan ukuran atau kekuatan guncangan gempa.
Dilansir TribunGorontalo.com dari Encyclopedia Britannica, Skala Richter (ML) adalah ukuran kuantitatif besaran gempa bumi yang dirancang oleh seismolog Amerika Charles F. Richter dan Beno Gutenberg pada tahun 1935.
Meskipun praktik ilmiah modern telah menggantikan skala Richter asli dengan skala lain yang lebih akurat, skala Richter masih sering salah disebutkan dalam laporan berita tentang tingkat keparahan gempa bumi sebagai nama umum untuk skala logaritmik tempat gempa bumi diukur.
Baca juga: Gempa M3.1 Guncang Boalemo - Gorontalo Rabu 23 November 2022 Pagi
Skala Richter awalnya dirancang untuk mengukur besarnya gempa bumi ukuran sedang.
Seismograf masa kini dapat dikalibrasi untuk menghitung magnitudo Richter.
Metode modern untuk mengukur magnitudo gempa juga telah dikembangkan untuk menghasilkan hasil yang tetap konsisten dengan pengukuran menggunakan skala Richter.
Update Korban Gempa Cianjur
Dilansir TribunGorontalo.com dari Kompas.com, berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (22/11/2022) pukul 17.00 WIB, korban meninggal dunia akibat gempa bumi Cianjur mencapai 268 orang.
Baca juga: Gempa Bumi M4.7 SR Guncang Gorontalo Utara pada Senin 8 November 2022 Pagi
"Korban meninggal dunia 268 jiwa, yang sudah terindentifikasi 122 jenazah, masih ada korban hilang sejumlah 151 orang." kata Kepala BNPB Suharyanto, dikutip dari rilis yang diterima Kompas.com, Selasa malam.
Sedangkan untuk jumlah korban luka, menurut data BNPB mencapai 1.083 orang.
BNPB juga mencatat jumlah pengungsi mencapai 58.362 orang.
Terkait dengan infrastruktur, total 22.198 unit rumah rusak akibat gempa bumi Cianjur.
Baca juga: Gempa Bumi M2.5 Barat Daya Tilamuta Gorontalo, Kamis 17 November 2022