Media Asing Ikut Soroti Gempa Bumi Cianjur, Sebut Indonesia Rawan Gempa
Sejumlah media asing turut memberitakan kabar gempa bumi Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11/2022) yang menewaskan hingga 162 orang.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Wahid Nurdin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gempa-Cianjur_1.jpg)
Pada Senin malam, para korban dirawat dalam kegelapan, di bawah cahaya obor, akibat pemadaman listrik yang meluas.
"Semuanya runtuh di bawah saya dan saya hancur di bawah anak ini," kata Cucu, seorang warga berusia 48 tahun kepada Reuters dari area parkir rumah sakit yang padat.
“Dua anak saya selamat, saya gali. Dua lagi saya bawa ke sini, dan satu masih hilang,” katanya sambil menangis.
BNPB mengatakan sedikitnya 25 orang masih terkubur di bawah reruntuhan di Cianjur saat hari mulai gelap pada Senin.
Upaya untuk menjangkau korban diperumit oleh listrik mati, jalan rusak, dan lebih dari 80 gempa susulan.
Pada Selasa (22/11/2022) pagi, ratusan petugas polisi telah dikerahkan untuk membantu upaya penyelamatan, kata Dedi Prasetyo, Juru Bicara Kepolisian Nasional kepada kantor berita negara Antara.
“Tugas utama personel hari ini adalah fokus mengevakuasi korban,” ujarnya.
Para pejabat bekerja pada hari Selasa untuk mencapai daerah Cugenang, yang terhalang tanah longsor.
Gempa tersebut merusak sedikitnya 2.200 rumah dan membuat lebih dari 5.000 orang mengungsi, kata Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dikatakan telah mengkonfirmasi kematian 62 orang, tetapi belum memverifikasi 100 korban tambahan.
Mus Mustopa, yang tinggal di Padaluyu, sebuah desa di Cianjur, mengatakan kepada Kompas TV Indonesia bahwa dia membantu sebuah keluarga memulihkan tubuh seorang wanita berusia 80 tahun yang meninggal akibat gempa.
Itu terjadi secara tiba-tiba, katanya.
“Saya tidak siap dan melihat rumah-rumah menjadi puing-puing. Sekitar 50 rumah rusak, dengan sekitar 10 rusak berat.” katanya.
Beberapa kejadian longsor dilaporkan terjadi di Cianjur.
Ima Mafazah, seorang relawan Palang Merah Indonesia, mengatakan getaran terus berlanjut hingga larut malam pada hari Senin.