Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-265: Zelensky Sebut Kembalinya Kherson Jadi Tanda Akhir Perang
Kondisi terkini perang Rusia, Selasa (15/11/2022): Volodymyr Zelensky menilai perebutan kembali Kherson oleh Ukraina sebagai tanda awal dari perang.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
“Kami bergerak maju. Kami siap untuk perdamaian, perdamaian untuk seluruh negara kami,”ujar Zelensky.
Zelensky juga menyebut bahwa penting untuk mengunjungi Kherson guna menunjukkan dukungannya kepada penduduk.
Baca juga: Prabowo Soroti Krisis Pangan 8 Miliar Orang hingga Perang Rusia - Ukraina
"Saya sangat senang, Anda bisa tahu dari reaksi orang-orang, reaksi mereka tidak dipentaskan." ucap Zelensky.
- Amerika Serikat percaya bahwa pasukan Rusia melakukan penarikan yang relatif tertib dari Kota Kherson.
Hal itu disampaikan oleh seorang pejabat senior militer AS pada hari Senin.
"Kami menilai bahwa itu adalah penarikan yang relatif tertib," sebut pejabat AS dengan syarat anonim, menurut laporan Reuters.
Baca juga: Para Analis Ungkap Situasi Perang Rusia-Ukraina setelah Mundurnya Pasukan Putin dari Kherson
- Menurut media Rusia, tentara Ukraina telah memasuki Kota Herois'ke, di semenanjung Kinburn di bagian selatan Kherson, setelah operasi amfibi, saat pertempuran sengit berlanjut di seluruh wilayah.
-Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah meminta Rusia untuk melakukan reparasi ke Ukraina dan bertanggung jawab atas tindakannya.
Majelis memilih untuk menyetujui resolusi pada hari Senin, didukung oleh 94 dari 193 anggota majelis.
Majelis Umum PBB mengatakan Rusia “harus menanggung konsekuensi hukum dari semua tindakan salah secara internasional."
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-262: Warga Kherson Berpesta Rayakan Mundurnya Pasukan Putin
"Termasuk membuat reparasi untuk cedera, termasuk kerusakan, yang disebabkan oleh tindakan tersebut." bunyi resolusi Majelis Umum PBB.
Resolusi tersebut juga merekomendasikan agar negara-negara anggota, bekerja sama dengan Ukraina, membuat daftar internasional untuk mencatat bukti dan klaim terhadap Rusia.
- Presiden AS Joe Biden dan Presiden Cina Xi Jinping telah menegaskan kembali kesepakatan mereka bahwa perang nuklir “tidak boleh diperjuangkan”, menurut Gedung Putih.
Pembacaan Beijing dari pertemuan yang telah lama ditunggu-tunggu di Bali jelang KTT G20 2022 sedikit berbeda.
Baca juga: Alasan Ukraina Tak Tergesa-gesa Klaim Kemenangan di Kherson setelah Pasukan Rusia Ditarik Mundur
Beijing juga tidak menyebutkan kedua pihak sepakat untuk menentang ancaman Rusia menggunakan senjata nuklir dalam perang Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/presiden-ukraina-volodymyr-zelensky-18-juni-2022_1.jpg)