Sabtu, 21 Maret 2026

Pilpres 2024

Nasdem - PKS - Demokrat Batal Deklarasi: Potensi 'Battle' Prabowo - Puan Maharani di Pilpres 2024

Anies Baswedan 'mati langkah' menuju Pilpres 2024? Potensi 'battle' antara Prabowo Subianto dan Puan Maharani terbuka.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Nasdem - PKS - Demokrat Batal Deklarasi: Potensi 'Battle' Prabowo - Puan Maharani di Pilpres 2024
Kolase TribunGorontalo.com
Prabowo Subianto dan Puan Maharani. Anies Baswedan 'mati langkah' menuju Pilpres 2024? Potensi 'battle' antara Prabowo Subianto dan Puan Maharani terbuka. 

Ia memprediksi ketiga parpol tersebut paling cepat mendeklarasikan koalisi di Pilpres 2024 akhir tahun ini atau tahun depan.

Menurut Jamiluddin, batalnya deklarasi itu karena tanggal 10 November hanya dari sisi Nasdem, sementara PKS dan Demokrat belum deal.

Namun demikian, Nasdem, PKS dan Demokrat sudah siap berkoalisi di Pilpres 2024.

"Jadi tiga partai ini tampaknya akan mendeklarasikan berkoalisi pada akhir tahun 2022 atau awal tahun 2023," ungkap Jamiluddin Ritonga pada Minggu (13/11/2022) dikutip dari TribunJakarta.com.

Berdasarkan informasi terbaru, ketiga parpol itu sedang membicarakan visi, misi, program, dan strategi pemenangannya.

Faktor kedua, diakui Jamaluddin Ritonga, ketiga parpol itu sedang menerapkan strategi wait and see sambil memperhatikan arah politik PDIP sebagai pemenang Pilpres 2019

"Tiga partai tersebutnya tampaknya masih melihat dinamika koalisi partai lainnya, termasuk arah politik PDIP," sambung dia.

Langkah ini diambil ketiganya untuk lengkap melihat peta kekuatan koalisi parpol lain di Pilpres 2024 lebih.

Dengan begitu, NasDem, PKS, dan Demokrat tahu harus mengantisipasinya jika memang ingin memenangkan Pilpres 2024.

Faktor berikutnya, Majelis Syura PKS dan Majelis Tinggi Partai Demokrat memang belum memutuskan terkait koalisi dan pasangan capres yang akan diusung.

Bukan rahasia umum, PKS dan Demokrat saat ini memperebutkan jatah cawapres untuk pendamping Anies yang jadi kesepakatan bersama NasDem sebagai capres.

PKS mengajukan Ahmad Heryawan, sementara Demokrat memajukan Ketua Umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono.

Sehingga Partai Demokrat dan PKS masih harus menuggu memberikan keputusan kapan deklarasi.

Diakui Jamiluddin Ritonga, tanpa keputusan Majelis Syuro PKS dan Majelis Tinggi Demokrat, sangat tidak mungkin bagi Demokrat dan PKS ikut deklarasi koalisi bersama NasDem.

Tapi, ia menilai tidak jadinya deklarasi koalisi pada 10 November 2022 bukan berarti koalisi PKS, Demokrat dan NasDem batal.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved