Brigadir J
Anak Buah Takut pada Ferdy Sambo, Oegroseno Eks Wakapolri: Perintah Atasan Bisa Ditolak
Soal anak buah Polri yang takut pada Ferdy Sambo, Eks Wakapolri Oegroseno mengatakan bahwa seseorang tak seharusnya takut pada sesama manusia.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNGORONTALO.COM - Mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno menanggapi soal anak buah eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo yang takut pada terdakwa kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) itu.
Peliknya pengungkapan kasus pembunuhan Brigadir J diwarnai oleh tindak obstruction of justice atau perintangan penyidikan kasus kematian ajudan Ferdy Sambo.
Hal ini tak terlepas dari kuasa Ferdy Sambo saat masih menjadi jenderal Polri bintang dua.
Bahkan meski Ferdy Sambo telah dipecat dari Polri dan menjadi terdakwa di sidang perkara pembunuhan berencana Brigadir J, masih terdapat anak buahnya yang takut pada mantan petinggi Polri itu.
Baca juga: Momen Lucu Sidang Brigadir J, Begini Kata Susi ART Ferdy Sambo saat Ditanya Alasan Kerap Jawab Siap
Hal itu diakui para ajudan ataupun bawahan Ferdy Sambo yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus Brigadir J.
Menurut Oegroseno, anak buah dan ajudan seharusnya tak perlu takut pada atasan atau sesama manusia.
"Tidak perlu takut sama seseorang," ujar Oegroseno seperti dilansir TribunGorontalo.com dari kanal YouTube KOMPASTV, Sabtu (12/11/2022).
Oegroseno menyebutkan bahwa seseorang harusnya takut kepada Tuhan dan patuh pada peraturan perundang-undangan.
Baca juga: Sebelum Diperiksa Polisi soal Brigadir J, Kuat Maruf Titipkan Pisau ke Yogi Ajudan Ferdy Sambo
"Takut sama ya satu sama Allah SWT, sama Tuhan. Yang kedua sama hukum, undang-undang yang ada." kata Oegroseno.
"Takut sama manusia buat apa?," imbuhnya.
Selain itu Oegroseno mengatakan bahwa anak buah anggota Polri tak harus selalu mengikuti perintah atasan.
Oegroseno menjelaskan bahwa perintah atasan yang melawan hukum atau bukan merupakan tugas pokok Polri, bisa untuk ditolak secara etis.
Baca juga: Tegaskan Brigadir J Bukan Ajudannya, Putri Candrawathi Ungkap Tugas Korban di Rumah Ferdy Sambo
"Bagi saya, instruksi manusia, manusia itu kebetulan menjadi atasan, kalau bertentangan dengan undang-undang atau hukum ya saya rasa enggak usah diikuti. Itukan bisa ditolak," ungkap Oegroseno.
"Jadi enggak usah takut berisiko," lanjutnya.
Oegroseno menegaskan bahwa risiko yang bisa saja muncul akibat menolak perintah atasan yakni dimutasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/FERDY-SAMBO_-SIDANG-RABU-26-OKT-2022.jpg)