Jumat, 6 Maret 2026

Pilpres 2024

Jokowi Isyaratkan PDIP Gabung Gerindra-PKB? Prabowo-Puan Menguat di Pilpres 2024

Dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Prabowo Subianto maju Pilpres 2024 menimbulkan beragam spekulasi politik.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Jokowi Isyaratkan PDIP Gabung Gerindra-PKB? Prabowo-Puan Menguat di Pilpres 2024
Kolase TribunGorontalo.com
Jokowi - Prabowo - Puan Maharani. Dukungan Presiden Jokowi kepada Prabowo Subianto maju Pilpres 2024 menimbulkan beragam spekulasi politik. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Prabowo Subianto maju Pilpres 2024 menimbulkan beragam spekulasi politik.

Pernyaaan Jokowi dapat dimaknai sebagai isyarat PDIP segera bergabung ke koalisi Partai Gerindra - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Koalisi tiga partai ini selanjutnya mengusung Prabowo - Puan Maharani maju pesta demokrasi 14 Februari 2024.

Indikasinya, Gerindra - PKB belum juga secara resmi mengusung Prabowo - Muhaimin Iskandar. Sempat direncanakan namun tertunda.

Sekjen PDIP Harto Kristiyanto sempat mengakui partainya sedang membangun komunikasi dengan Gerindra dan PKB.

Sementara Puan sebagai kandidat capres PDIP masih perlu menggenjot tingkat keterpilihannya.

Berbagai survei capres, baru menempatkan Puan di posisi 5 besar dengan elektabilitas di bawah 4 persen.

Kemudian mengencang isu perjanjian Batu Tulis Jilid II. Formasi 'terbalik' Prabowo - Puan untuk melunasi 'utang' Batu Tulis Jilid I. Pada Pilpres 2009, PDIP - Gerindra mengusung Megawati Soekarnoputri - Prabowo.

Pasangan ini kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono - Boediono.

Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam menilai, pernyataan Presiden Joko Widodo soal peluang kemenangan Prabowo Subianto pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 membuka banyak sinyal politik.

Salah satunya, menguatnya kembali wacana duet Prabowo dengan Puan Maharani sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada pemilu mendatang.

"Sinyal positif merapatnya PDI-P ke Gerindra-PKB akan menghidupkan kembali skema capres-cawapres Prabowo-Puan sebagai pasangan yang layak dipertimbangkan," kata Umam kepada Kompas.com, Senin (7/11/2022).

Umam menduga, pernyataan Jokowi ini mengisyaratkan keterbukaan PDI-P untuk bergabung dengan koalisi Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sejak Agustus lalu, Gerindra telah mendeklarasikan kesiapan ketua umumnya, Prabowo Subianto, untuk maju sebagai capres.

Sementara, kursi calon RI-2 pendamping Prabowo masih kosong. Menurut Umam, tak menutup kemungkinan PDI-P bakal menyodorkan nama putri mahkotanya, Puan Maharani, untuk mendampingi Prabowo.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved