Pilpres 2024
Presiden Bilang Jatah Prabowo Jadi Presiden 2024: Ini Efek Ekor Jas Jokowi di Pilpres 2024
Lalu bagaimana coat-tail effect (efek ekor jas) Jokowi terhadap Prabowo? Berdasarkan jajak pendapat terakhir, 18,2 persen suara Jokowi - Maruf Amin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/071122-Jokowi-Prabowo-7.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengirim sinyal mendukung Prabowo Subianto jadi Presiden 2024.
Lalu bagaimana coat-tail effect (efek ekor jas) Jokowi terhadap Prabowo? Berdasarkan jajak pendapat terakhir, 18,2 persen suara Jokowi - Maruf Amin lari ke Prabowo.
Prabowo mendapatkan pelimpahan suara dari Jokowi diurutan kedua setelah Ganjar Pranowo. Namun Pilpres 2024 masih 3 semester lagi. Efek Jokowi masih akan berubah seiring naik turun tingkat kepuasan publik terhadap presiden.
Jokowi mengatakan, Ketua Umum Partai Gerindra boleh jadi keluar sebagai pemenang pada Pilpres 2024, menyusul dirinya yang sudah dua kali memenangi pilpres.
"Tadi Pak Hary (Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesudibjo) menyampaikan, saya ini dua kali Wali Kota di Solo menang. Kemudian, ditarik ke Jakarta, gubernur sekali menang. Kemudian, dua kali di pemilu presiden juga menang. Mohon maaf, Pak Prabowo," kata Jokowi dalam sambutannya.
Prabowo merupakan kompetitor Jokowi dalam Pilpres 2014 dan Pilpres 2019.
Ketua Umum Partai Gerindra itu juga pernah maju sebagai calon wakil presiden berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri pada Pilpres 2009 dan kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.
Jokowi lalu melanjutkan, bisa jadi pada Pilpres 2024 justru Prabowo bakal keluar sebagai pemenang dan terpilih sebagai presiden.
"Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo," ujar Jokowi disambut riuh tawa dan tepuk tangan hadiri.
Namun, Prabowo meluruskan dukungan tersebut dalam konteks bidang pertahanan.
(Jokowi) mengaku tak masalah bila ia dianggap memberikan sinyal dukungan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk maju sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
"Ya diartikan sinyal ya boleh, tapi saya kan ngomongnya juga enggak apa-apa lah," kata Jokowi seusai acara HUT Partai Perindo di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (7/11/2022).
Efek Ekor Jas
Coat-tail effect (efek ekor jas) Presiden Joko Widodo terhadap figur capres bisa menjadi positif dan sebaliknya negatif.
Semuanya bergantung dari tingkat kepuasan terhadap Jokowi hingga akhir masa jabatannya di 2024.