Opini

Harusnya Akses Kesehatan Masyarakat Tidak Memberatkan Secara Finansial

Momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Tahun 2022 diperingati setiap tanggal 12 November.

Editor: Fajri A. Kidjab
TribunGorontalo.com
Petugas Perawat Puskesmas Kecamatan Bone Pantai Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo dalam memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Tahun 2022. 

(Penulis: Sastika H Biga A.md, Kep, Petugas Perawat Puskesmas kecamatan Bone Pantai Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo)

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Tahun 2022 diperingati setiap tanggal 12 November.

Berbeda di tahun sebelumnya pembukaan Hari kesehatan Nasional akan di laksanakan mulai esok tanggal 5 November 2022 dengan di mulainya kegiatan jalan sehat.

HKN menjadi momen bersama untuk berefleksi tentang upaya Indonesia mewujudkan akses kesehatan bagi semua orang.

Tahun 2022 momentum HKN ke-58 tahun mengusung tema "Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku", menggambarkan semangat kembali sehat dan tumbuh untuk beraktivitas dan produktif.

Kesehatan untuk Semua di Mana Saja, peringatan tahun ini ditujukan untuk mendorong pencapaian Cakupan Kesehatan yang lebih produktif.

Semua orang tentu ingin sehat. Jika terpaksa sakit, mereka pasti ingin lekas diobati agar sembuh kembali. Tak peduli miskin atau kaya, muda maupun tua, laki-laki atau perempuan, apapun ras, suku, dan agamanya.

Oleh karena itu, penting untuk memastikan tersedianya akses layanan kesehatan bagi semua orang tanpa membedakan latar belakang sosial-ekonominya.

Dalam hal apapun jika demi kesehatan, siappun dia , jika dia kerja di kesehatan pasti akan mendorong pencapaian Cakupan Kesehatan Universal (Universal Healthcare Coverag//UHC).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan UHC sebagai kondisi di mana semua orang dan masyarakat menerima pelayanan kesehatan yang mereka perlukan tanpa mengalami kesulitan finansial.

Dengan UHC, setiap orang dimungkinkan untuk mengakses layanan yang dapat mengatasi penyebab utama penyakit dan kematian, dan memastikan bahwa kualitas layanannya cukup baik untuk meningkatkan kesehatan orang-orang yang menerimanya.

Aspek penting yang perlu digaris bawahi adalah ‘tanpa mengalami kesulitan finansial.’ Artinya, akses kesehatan yang diperoleh masyarakat harus tidak memberatkan secara finansial, sehingga mereka terhindar dari ancaman menjadi miskin gara-gara berobat.

Baca juga: Dinkes Rapat Koordinasi tentang Teknis Kesehatan Masyarakat

Namun, hal ini bukan berarti bahwa seluruh layanan kesehatan harus bebas biaya tanpa peduli berapapun ongkosnya mengingat tidak ada negara yang sanggup menyediakan layanan semacam itu secara berkelanjutan.

Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan sehat sebagai ‘baik seluruh badan serta bagian-bagiannya (bebas dari sakit)’.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved