Liga Champions
Kecewa Dipermalukan Benfica, Kylian Mbappe Sebut Real Madrid Tak Bermental Juara
Bertemu Benfica dalam laga penutup fase liga Liga Champions, Los Blancos tumbang dengan skor 4-2, Kamis (29/1/2026) dini hari Wita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Momen-detik-detik-Kylian-Mbappe-mencetak-gol.jpg)
Ringkasan Berita:
- Real Madrid tumbang dengan skor 4-2 dari Benfica dalam laga penutup fase liga
- Mbappe mengaku sangat kecewa dan menyebut permainan tim "memalukan" serta jauh dari standar juara karena masalah kontinuitas dan mentalitas
- Meski kalah, pelatih Arbeloa tetap bangga dengan komitmen pemain dan memuji kepemimpinan Jude Bellingham serta potensi Arda Guler
TRIBUNGORONTALO.COM – Real Madrid harus menelan pil pahit di Lisbon. Bertemu Benfica dalam laga penutup fase liga Liga Champions, Los Blancos (julukan Real Madrid) tumbang dengan skor 4-2, Kamis (29/1/2026) dini hari Wita.
Kekalahan itu membuat mereka kembali terlempar ke babak play-off untuk musim kedua berturut-turut. Sebuah hasil yang jelas mengecewakan bagi klub sebesar Real Madrid.
Kekalahan ini bukan hanya soal angka di papan skor. Lebih dari itu, ia menyingkap masalah mendasar yang tengah menghantui tim.
Dari inkonsistensi permainan hingga rapuhnya mentalitas juara, semua terlihat jelas di lapangan.
Kylian Mbappe, sang bintang anyar yang diharapkan menjadi pembeda, tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya.
Usai laga, ia berbicara dengan nada getir di area mix zone. Baginya, Real Madrid saat ini jauh dari standar tim juara.
“Saya tidak punya penjelasan yang jelas. Kami tidak punya kontinuitas dalam permainan, dan itu masalah besar,” kata Mbappe dilansir TribunGorontalo.com dari Football Espana, Kamis.
“Kami tidak bisa tampil bagus hanya sesekali. Tim juara tidak seperti itu,” tukasnya.
Mbappe menambahkan, rasa sakit semakin terasa karena Madrid sebenarnya berharap bisa menggunakan bulan Februari untuk memperbaiki performa. Namun kenyataan berkata lain.
Ia juga menyoroti betapa buruknya permainan tim di Lisbon.
“Kami bermain sangat buruk. Saat tertinggal 3-2, gol keempat tidak mengubah apa pun. Itu memalukan, tapi tidak mengubah apa pun,” tegasnya.
Menurut Mbappe, masalah Madrid bukan sekadar soal sikap atau teknis. “Saya pikir ini masalah umum.
Di Liga Champions, setiap detail penting. Kalau tidak datang dengan mentalitas penuh untuk menang, hasilnya seperti ini,” katanya.
Meski kecewa, Mbappe tetap berusaha menyalakan semangat. Ia mengajak publik Bernabeu untuk berdiri di belakang tim.