Liga Champions
Kecewa Dipermalukan Benfica, Kylian Mbappe Sebut Real Madrid Tak Bermental Juara
Bertemu Benfica dalam laga penutup fase liga Liga Champions, Los Blancos tumbang dengan skor 4-2, Kamis (29/1/2026) dini hari Wita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Momen-detik-detik-Kylian-Mbappe-mencetak-gol.jpg)
“Kami belum tersingkir. Di La Liga kami sedang dalam tren positif. Jika Bernabeu bersama kami, laga melawan Rayo Vallecano akan jadi momen kebangkitan,” serunya.
Ucapan Mbappe itu menjadi semacam seruan rally bagi para pendukung. Ia tahu, dukungan publik Bernabeu bisa menjadi energi tambahan yang sangat dibutuhkan tim.
Baca juga: Vinicius Junior dan Kylian Mbappe Tuai Pujian Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa: Terbaik di Dunia
Pandangan Arbeloa
Di sisi lain, pelatih Alvaro Arbeloa mencoba menjaga optimisme. Meski baru beberapa pekan menukangi Madrid, ia sudah melihat perubahan atmosfer di ruang ganti.
Arbeloa menilai para pemain menunjukkan komitmen tinggi sejak ia datang.
“Saya melihat grup yang mau bekerja keras, mendengar, dan menerapkan apa yang kami diskusikan. Itu hal luar biasa dalam waktu singkat,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa perjalanan masih panjang. “Kalau ingin meraih segalanya, kami harus jadi tim yang bisa melakukan banyak hal dengan baik. Itu butuh kerja keras dan latihan,” tambahnya.
Arbeloa bahkan menyebut apa yang dilakukan para pemain saat ini patut diapresiasi. “Dalam 15 hari, saya melihat komitmen luar biasa. Itu hal yang membuat saya bangga,” ujarnya.
Nama Jude Bellingham mendapat sorotan khusus dari sang entrenador. Arbeloa menyebut gelandang muda Inggris itu bukan sekadar talenta, melainkan pemimpin.
“Sejak hari pertama saya melihat kualitas luar biasa. Tapi yang lebih penting, saya melihat seorang pemimpin,” kata Arbeloa. “Dia akan jadi batu penjuru Real Madrid untuk bertahun-tahun ke depan.”
Bellingham, yang baru berusia muda, dianggap punya pengalaman kaya. Kemampuannya membaca permainan, melakukan penetrasi, hingga melepaskan tembakan, membuatnya jadi aset berharga.
Arbeloa bahkan sempat meminta Bellingham untuk mengurangi intensitas di latihan. “Saya bilang padanya, ‘Berhenti berlari sebentar.’ Itu menunjukkan betapa besar komitmennya,” ungkapnya.
Potensi Arda Guler
Selain Bellingham, nama Arda Guler juga menjadi bahan pembicaraan. Pemain muda Turki itu sempat dipercaya Xabi Alonso di awal musim, namun belakangan jarang tampil. Arbeloa menilai Guler punya potensi besar.
“Dia punya visi, umpan akhir, dan kemampuan mengubah arah permainan. Tapi dia masih sangat muda dan butuh berkembang,” jelasnya.
Meski begitu, kerja keras Guler patut diapresiasi. “Dia sering kelelahan karena kontribusi defensifnya. Tapi itu membantu tim,” kata Arbeloa.
Arbeloa ingin memanfaatkan bakat Guler di berbagai posisi. “Dia bisa bersinar di dekat lini tengah atau di depan. Dengan waktu, dia akan jadi pemain penting di level global,” ujarnya.