Pilpres 2024
Kabinet Jokowi Saling 'Amputasi' Jelang Pilpres: Kode Reshuffle Menteri dari Nasdem?
Kabinet Indonesia Maju saling 'amputasi' menjelang Pilpres 2024. Analis politik memperkirakan Presiden Joko Widodo segera reshuffle kabinet.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/021122-Jokowi-petani.jpg)
Sementara untuk harga beras didistribusikan ke pasar kata Zulhas, harus sesuai dengan harga yang ditetapkan Bulog yakni Rp 9.000 per kilogram.
Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengatakan, stok CBP Bulog per September 2022 sekitar 791.000 ton. Menurut dia, diperlukan peningkatan menjadi 1,2 juta ton sampai dengan Desember 2022.
Hal tersebut guna memenuhi kebutuhan pelaksanaan program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) atau operasi pasar, antisipasi tanggap darurat, serta alokasi untuk kebutuhan mendesak lainnya.
“Upaya ini harus kita lakukan, karena di tengah potensi krisis pangan dunia ini sangat penting untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas beras sebagai komoditas strategis. Maka dari itu, diperlukan sinergi dan kerja bersama seluruh stakeholder, dari mulai Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Satgas Pangan Polri, asosiasi dan kelompok tani, serta pelaku usaha BUMN, BUMD, dan penggilingan swasta,” ujar Arief dalam siaran persnya Selasa (20/10/2022).
Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam keterangannya selepas rapat mengatakan, pihaknya diminta Presiden untuk mengecek secara faktual stok beras nasional yang ada saat ini.
"Saya diberi waktu oleh Bapak Presiden satu minggu ini untuk mengecek kembali faktualisasi data yang ada bersama seluruh jajaran, bersama para gubernur, para bupati," ujar Mentan Syahrul dalam siaran resminya dikutip Selasa (1/11/2022).
Menurut Mentan, berdasarkan data dan neraca yang dimiliki oleh Kementerian Pertanian, saat ini ketersediaan beras nasional masih cukup. Bahkan, dari prognosis yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras pada tahun ini merupakan yang tertinggi.
Baca juga: Prabowo - Cak Imin Tarik Kembali Pemilih Muslim Menuju Pilpres 2024: Sinyal Komcad - Kotak Durian
"Pada panen tertinggi kita Maret-April itu di atas 18,3 juta ton, kemudian panen kedua kita pada Agustus, September, Oktober itu bahkan 13 koma sekian juta ton. Oleh karena itu, data BPS juga menunjukkan bahwa sekarang stok-stok itu ada 60 persen di tangan rakyat sendiri," jelasnya.
Meskipun demikian, Mentan Syahrul mengatakan, Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya untuk menambah stok beras melalui beras cadangan yang ada di Badan Urusan Logistik (Bulog).
Mentan memastikan pihaknya akan segera melakukan hal tersebut dalam waktu singkat. "Perintah Bapak Presiden tadi untuk melakukan stocking yang sangat cukup melalui beras cadangan yang ada di Bulog itu dan itu akan saya kejar dalam waktu yang sangat singkat ini," ucapnya.
Dengan ketersediaan stok beras yang mencukupi, Mentan berharap fluktuasi harga beras pun dapat ditangani. Mentan SYL menambahkan, pihaknya telah berkomitmen bersama Menteri Perdagangan, Bulog, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk bersama-sama melihat ketersediaan stok beras.
"Ya saya sangat yakin ketersediaan cukup, bahkan data yang ada saat 2022 ini produktivitas lahan yang kita tanami sangat besar. Boleh tanya semuanya kita tidak pernah dengar ada lahan yang puso kan? Tidak pernah ada lahan yang (terdampak) bencana maksimal kan? Oleh karena itu, pasti saja hasilnya bisa kita perkirakan sesuai asumsi-asumsi atau teori-teori untuk mendapatkan hasil seperti apa," ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan terpisah optimistis cadangan beras pemerintah (CBP) dapat mencapai 1 juta ton pada akhir 2022.
Hal tersebut dikarenakan Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah.
Dengan aturan tersebut, Airlangga mengatakan bahwa Bulog memiliki keleluasaan dan fleksibilitas dalam menyerap beras rakyat. "Dengan perpres, harusnya Bulog bisa menyerap beras lebih besar (untuk CBP). Kita lihat saja kapan realisasinya," ujar Airlangga.
(*)