Pemerintah Kota Gorontalo Sabet Penghargaan Pelopor Percepatan Penurunan Stunting
Pemerintah Kota Gorontalo menyabet penghargaan dari Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (Hakli) dalam upaya penurunan angka stunting
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Halki.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pemerintah Kota Gorontalo menyabet penghargaan dari Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (Hakli) dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Gorontalo.
Penghargaan itu disebut sebagai bentuk pelopor dalam mendukung kebijakan implementasi pencapaian ODF 100 persen, serta penguatan kolaborasi dengan organsiasi profesi Hakli, dalam mendukung percepatan penurunan Stunting tahun 2022.
Muhamad Kasim Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo mengungkapkan pemerintah kota melibatkan seluruh unsur stakeholder dalam program kesehatan.
"Terutama kesehatan lingkungan, penurunan stunting di Kota Gorontalo," ungkapnya saat di wawancarai awak media, usai menghadiri acara Pelantikan himpunan ahli kesehatan Lingkungan Indonesia Provinsi Gorontalo. Bertempat hotel Gran Q, Senin (31/10/2022).
Kadis Kesehatan mengatakan Stunting di Kota Gorontalo mencapai 26,5 persen. Angka prevalensi stunting provinisi.
"Muhammad berharap, sinegritas dan kolaborasi kesehatan kota Gorontalo sangat penting. untuk penurunan Stunanting di Kota Gorontalo," jelasnya.
Baca juga: 2 Ranperda Pemkot Gorontalo Diusulkan ke DPR, Ini Detailnya
Melansir situs Stunting.go.id, Kepala Dinas Kesehatan Yana Yanti Suleman menyebutkan tahun 2019, Provinsi Gorontalo menjadi juara umum nasional Gerakan Masyarakat (Germas) dan program itu terus digencarkan sampai sekarang. Oleh sebab itu, Gorontalo telah mencapai perkembangan berarti dalam menekan angka stunting.
Poin-poin yang menjadi indikator penilaian, di antaranya adalah regulasi di tingkat provinsi, kelembagaan, koordinasi pelaksanaan, perencanaan dan mekanisme Monev tingkat provinsi, pelaksanaan Germas di kabupaten/kota, aktivitas dan program, capaian sasaran Germas, tantangan dan kendala serta rekomendasi penguatan Germas.
Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim mengatakan, keberhasilan menurunkan stunting 5,9 persen poin adalah lompatan besar. Dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 ditargetkan tahun 2024 angka prevalensi stunting turun pada posisi 14 persen. “Artinya dalam dua setengah tahun ke depan kita harus bisa menurunkan 15 persen lagi dan ini tugas yang cukup berat,” ungkapnya.
Diketahui, berdasarkan hasil SSGI tahun 2021, Kabupaten Pohuwato menjadi daerah dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Provinsi Gorontalo, mencapai 34,6 persen.
Disusul Kabupaten Boalemo dengan angka 29,8 persen, Gorontalo Utara 29,5 persen, Kabupaten Gorontalo 28,3 persen, dan Kota Gorontalo 26,5 persen.
Sementara, angka prevalensi stunting terendah dicapai oleh Kabupaten Bone Bolango sebesar 25,1 persen.
Disisi lain Wakil Wali Kota Gorontalo Ryan F Kono, saat di wawancarai Tribungorontalo.com, saat menghadiri acara Diklar UMKM Kota, ia mengatakan akan terus berupaya menurunkan angka stunting di wilayah tersebut.
"Untuk menurunkan stuting kota Gorontalo kami sudah menyediakan tim kesehatan, seperti tenaga Bidan, Kader tim PKK, serta Kader Keluarga Berencana, untuk sama-sama lakukan pendampingan untuk penurunan stunting," ucapnya. (*)