Arti Kata
Apa Itu Halloween? Perayaan yang di Itaewon Korea Selatan Berakhir Pilu, Lebih 150 Orang Tewas
Apa Itu Halloween? Perayaan yang khas dengan kostum dan riasan seram namun di Itaewon, Korea Selatan justru berakhir nahas, lebih 150 orang tewas.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/itaewon-halloween.jpg)
Selama periode berkabung tersebut, semua kantor pemerintah dan misi luar negeri akan menurunkan bendera setengah tiang dan membatalkan atau menunda acara publik yang tidak penting.
Baca juga: Jokowi Telepon Gianni Infantino: Indonesia Bebas Sanksi FIFA terkait Tragedi Kanjuruhan
Apa Itu Halloween?
Dilansir TribunGorontalo.com dari Encyclopedia Britannica, Halloween atau All Hallows Eve adalah nama yang diberikan sebagai peringatan Hallowmas atau Hari Semua Orang Kudus dan dirayakan setiap tanggal 31 Oktober.
Perayaan Halloween menandai hari sebelum hari raya Semua Orang Kudus di Kristen Barat dan memulai musim Allhallowtide, yang berlangsung selama tiga hari dan diakhiri dengan Hari Semua Jiwa.
Di sebagian besar Eropa dan sebagian besar Amerika Utara, perayaan Halloween sebagian besar bersifat nonreligius.
Dalam perkembangannya, orang-orang menyambut atau merayakan Halloween dengan menggunakan kostum dan riasan khas bertema seram pesta di hari Sabtu terakhir di bulan Oktober.
Tahun ini Halloween dirayakan pada hari Senin, 31 Oktober 2022.
Baca juga: Jokowi Bentuk TGIPF untuk Tragedi Kanjuruhan dan Tunjuk Mahfud MD Jadi Ketua, Apa Itu TGIPF?
Sejarah Halloween
Halloween berasal dari festival Samhain di antara bangsa Celtic di Inggris kuno dan Irlandia.
Pada hari yang sesuai dengan 1 November pada kalender kontemporer, tahun baru diyakini akan dimulai.
Tanggal itu dianggap sebagai awal periode musim dingin, tanggal di mana ternak dikembalikan dari padang rumput dan kepemilikan tanah diperbarui.
Selama festival Samhain, arwah orang-orang yang telah meninggal diyakini akan kembali mengunjungi rumah mereka, dan mereka yang telah meninggal pada tahun itu diyakini melakukan perjalanan ke dunia lain.
Orang-orang menyalakan api unggun di puncak bukit untuk menyalakan kembali api perapian mereka untuk musim dingin dan untuk menakuti roh jahat, dan terkadang mengenakan topeng dan penyamaran lain untuk menghindari dikenali oleh hantu yang dianggap ada.
Baca juga: Apa Itu Duke and Duchess Of Cornwall? Gelar Baru Pangeran William dan Kate setelah Ratu Wafat
Dengan cara seperti itulah makhluk-makhluk seperti penyihir, hobgoblin, peri, dan iblis dikaitkan dengan hari itu.
Periode ini juga dianggap menguntungkan untuk ramalan tentang hal-hal seperti pernikahan, kesehatan, dan kematian.