Pilpres 2024
Dinamika Pilpres 2024: Adu Kuat AHY dan Aher Berebut Anies Baswedan
Dinamika politik Pilpres 2024 semakin menarik! Persaingan kandidat cawapres pendamping Anies Baswedan berlangsung ketat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/281022-Anies-Surya-Aher1.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Dinamika politik Pilpres 2024 semakin menarik! Persaingan kandidat cawapres pendamping Anies Baswedan berlangsung ketat.
Partai Demokrat kukuh mengusulkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi 'papan dua' capres dari Partai Nasdem Anies Bawedan.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak mau memberikan dukungan 'gratis'.
PKS ikut mengusulkan kader senior Ahmad Heryawan atau Aher menduduki cawapres.
Tarik menarik posisi cawapres disinyalir menjadi titik krusial hingga koalisi Nasdem, PKS dan Demokrat belum juga diputuskan.
Juru bicara DPP PKS, Muhammad Kholid mengatakan, pihaknya akan memperjuangkan sosok mantan Gubernur Jawa Barat Aher, agar diterima menjadi cawapres pendamping Anies Baswedan pada Pilpres 2024.
Ia menjelaskan, Nasdem, Demokrat dan PKS masih mendiskusikan ihwal sosok cawapres yang bisa membantu memenangkan Anies dalam gelaran pesta demokrasi tersebut.
Baca juga: Survei Terbaru Litbang Kompas: Pemenang Pilpres 2024 Misteri, Anies Lawan Terberat Ganjar
"Terkait kriteria dan sosok cawapres, toh kami masih bisa duduk bersama, berpikir lebih jernih dan menghormati pilihan masing-masing. Mas AHY (Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono), Aher atau calon yang lain di luar koalisi, kita kaji bersama. Cari yang terbaik buat bangsa dan negara," kata Kholid kepada Kompas TV, Kamis (27/10/2022).
Ia menyebut, diskusi antara ketiga partai untuk menentukan sosok cawapres untuk Anies, berlangsung secara kondusif.
"Semakin kondusif, semakin baik. Karena kami ingin bangun kerja sama yang setara, terbuka dan suportif," ujarnya.
Ia mengatakan, soal cawapres masih bisa dikaji bersama. PKS diyakininya akan menghormati setiap keputusan yang ada terkait cawapres Anies.
"Kita jalani dulu aja prosesnya," kata Kholid.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyatakan saat ini pihaknya dan Demokrat sedang mencocokkan bakal cawapres pendamping Anies Baswedan.
Menurut Paloh, salah satu nama yang masuk nominasi cawapres Anies yakni AHY.
"Sedang kita nominasikan, kita cari, kita utak-atik, kita lihat lagi, kita lihat tanda-tanda, bahasa dari berbagai aspek, yang memungkinkan hingga pasangan Pak Anies-nya seperti yang diharapkan beliau sebagai capres," ujar Surya Paloh usai bertemu AHY, Rabu (26/10/2022), dikutip dari Antara.
Demokrat Hormati Keinginan PKS
Partai Demokrat menghormati keinginan PKS yang ingin menduetkan Anies Baswedan dengan Aher.
"Demokrat menghormati dan menyambut baik pencawapresan Aher sebagai cawapres PKS," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Selasa (25/10/2022).
Menurut dia, itu kedaulatan PKS sebagai partai politik (parpol) yang ingin mendukung kadernya sebagai cawapres.
"Itu adalah kedaulatan PKS, calon mitra koalisi kami, sebagai parpol yang mandiri dan independen," ujarnya.
Ia menyebut, PKS tentunya juga ingin mendapatkan efek elektoral dari pencawapresan Aher.
"Dengan naiknya elektoral parpol pengusung, bisa memberikan dampak penguatan di parlemen," katanya.
Ia menjelaskan, bila pemerintahan kuat dan parlemen kuat, bisa saling bersinergi.
"Bisa mewujudkan aspirasi perubahan yang disuarakan oleh rakyat. Inilah tujuan akhir dari upaya kami, koalisi perubahan, mendapatkan kemenangan di Pilpres dan Pileg 2024," katanya.
Sebelumnnya, Juru bicara (jubir) PKS Muhammad Kholid mengatakan, pihaknya akan menawarkan kader terbaiknya untuk menjadi cawapres kepada Nasdem dan Partai Demokrat dalam menyongsong gelaran Pilpres 2024.
Mereka adalah mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher; mantan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno; Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid atau HNW; Presiden PKS Ahmad Syaikhu; dan Wakil Ketua Majelis Syuro Mohamad Sohibul Iman.
"PKS ajukan beberapa nama misalnya Ahmad Heryawan yang berpengalaman sukses memimpin Jawa Barat selama 10 tahun. Atau Irwan Prayitno yang berhasil pimpin Sumatera Barat selama 2 periode. Atau Hidayat Nur Wahid, tokoh nasional yang memimpin MPR RI sudah 3 periode," kata Kholid kepada wartawan, Selasa (27/9/2022).
(*)