Pilpres 2024
Survei Terbaru Litbang Kompas: Pemenang Pilpres 2024 Misteri, Anies Lawan Terberat Ganjar
Pemenang Pilpres 2024 masih misteri! Anies Baswedan menjadi lawan terberat Ganjar Pranowo dalam kontestasi Pilpres 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/271022-Anies-ganjar-27.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Pemenang Pilpres 2024 masih misteri! Anies Baswedan menjadi lawan terberat Ganjar Pranowo dalam kontestasi Pilpres 2024.
Jajak pendapat menunjukkan, elektabilitas Anies naik signifikan.
Tren elektabilitas Ganjar positif tapi tidak seprogresif mantan Gubernur Jakarta itu.
Secara matematis, elektabilitas Anies berada di 31 persen lebih saat 14 Februari 2024, pelaksanaan pilpres.
Sementara Ganjar Pranowo mendekati 30 persen sesuai tren kenaikan elektabilitasnya, 0,2 persen.
Sedangkan tingkat keterpilihan Prabowo mengalami tren negatif. Bahkan dalam 4 bulan terakhir turun 7,7 persen.
Artinya Gubernur Jawa Tengah berpotensi menang jika hanya lawan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.
Namun, kalau berhadapan langsung dengan Anies Baswedan, suara keduanya diprediksi berimbang.
Hal itu terungkap dalam simulasi Litbang Kompas Oktober 2022 yang dirilis pada hari ini, Kamis (27/10/2022).
Dalam analisnya disebutkan, proses pencalonan presiden memang masih sangat cair, tetapi bukan tidak mungkin ketiga nama tersebut akan saling berhadapan secara langsung dalam kontestasi pemilu.
Peluang Ganjar, Prabowo, dan Anies ketika saling berhadapan terpetakan dalam survei Litbang Kompas terbaru yang dilaksanakan pada 24 September-7 Oktober 2022.
"Simulasi yang dilakukan lewat survei menunjukkan Ganjar akan memenangi kompetisi perolehan suara jika berhadapan langsung dengan Prabowo. Namun, jika berhadapan dengan Anies, suaranya masih mungkin berimbang," tulis analisis Litbang Kompas dilansir dari Kompas.id.
Hal itu lantaran, dalam penjelasannya, tren menguatnya Anies cukup membuat perubahan konstelasi.
"Jika hanya berhadapan dengan Prabowo, Ganjar akan mendapatkan sekitar 52,9 persen suara, sedangkan Prabowo 47,1 persen," tulis Litbang Kompas.
Meskipun selisihnya tipis, perbedaan suaranya cukup signifikan, yaitu di atas margin of error penelitian ini sebesar ±2,8 persen.