Tips Kesehatan
Kenali 7 Jenis Obat Sakit Gigi Rumahan yang Berasal dari Bahan Alami: Peppermint hingga Bawang Putih
Simak 7 jenis obat sakit gigi rumahan yang terbuat dari bahan alami atau herbal berikut ini: Teh Celup Peppermint hingga bawang putih.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-sakit-gigi_.jpg)
4. Kumur Air Garam
Segelas air hangat yang dicampur dengan 1/2 sdt garam bisa membantu dalam beberapa hal penting.
Garam merupakan desinfektan alami yang dapat membantu melawan peradangan bakteri yang membuat gigi Anda sakit.
Terkadang sakit gigi disebabkan oleh sisa makanan yang tersangkut di antara gigi dan hanya dengan berkumur air garam, kotoran di mulut Anda dapat hilang.
Baca juga: 5 Jenis Obat Sakit Gigi yang Sering Digunakan untuk Bantu Atasi Rasa Sakit Gigi secara Sederhana
5. Bawang Putih
Bawang putih mengandung allicin, senyawa dengan sifat antimikroba yang mampu membantu membunuh kuman penyebab sakit gig.
Mengunyah bawang putih membantu melepaskan sebagian allicin yang berpotensi membuat bawang putih lebih kuat sebagai obat sakit gigi.
Baca juga: 6 Bahan Alami yang Bisa Dijadikan Obat Sakit Gigi Herbal: Bawang Putih hingga Daun Jambu Biji
6. Minyak Esensial Thyme
Thyme atau timi mengandung thymol, senyawa bersifat antiseptik dan antijamur yang berpotensi melawan infeksi mulut.
Teteskan minyak esensial thyme ke segelas air lalu gunakan sebagai obat kumur dan jangan menelannya.
Jangan mengoleskan minyak esensial thyme juga secara langsung ke gusi Anda.
Baca juga: Kenali Obat Sakit Gigi Rumahan untuk Bantu Atasi Rasa Sakit Gigi Akibat Abses Gusi
7. Kompres Dingin
Kompres dingin sangat membantu meredakan ketidaknyamanan gigi, terutama jika Anda berurusan dengan trauma seperti gigi yang terkelupas atau retak.
Pasalnya, dingin menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga mengurangi aliran darah dan meredakan pembengkakan dan peradangan yang menyakitkan.
Untuk hasil terbaik, lakukan kompres dingin selama 20 menit lalu istirahat 20 menit, ulangi sesering yang diperlukan.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)