Diterjang Ombak 2,5 Meter, Rumah Warga Leato Selatan Rusak Parah

Menurut Lurah Leato Selatan, Don Refliano Lamusu, ombak menerjang kawasan itu sejak sore sekitar pukul 17.30 Wita.

TribunGorontalo.com
Ombak yang diperkirakan setinggi 2,5 meter bahkan membuat satu kapal nelayan karam. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sedikitnya 20-an rumah warga di pesisir Leato Selatan, Kota Gorontalo diterjang ombak, Kamis (27/10) sore. 

Menurut Lurah Leato Selatan, Don Reffliano Lamusu, ombak menerjang kawasan itu sejak sore sekitar pukul 17.30 Wita.

Ombak yang diperkirakan setinggi 2,5 meter bahkan membuat satu kapal nelayan karam. Kondisi ini cukup membahayakan, sebab rata-rata rumah warga berhadapan langsung dengan laut. 

Kata Don Reffliano Lamusu, ada rumah warga yang bahkan rusak parah. Pondasi yang dibangun sebagai pemecah ombak, mulai retak dan terancam rusak dibawa ombak. 

“Mudah-mudahan ombak segera tenang. Tapi malam ini saya yakin bakalan hancur itu (pondasi) rumah warga,” ungkap Don kepada TribunGorontalo.com. 

Saat ini, Don meminta warganya yang tinggal di pesisir, untuk tidak tidur terlalu nyenyak malam ini. Sebab dikhawatirkan ombak lebih besar menerjang. 

Ia bahkan meminta warga mengevakuasi barang-barang berharga. Warga pun diminta tetap waspada, bahkan jika perlu bisa meninggalkan rumah dan mengungsi ke rumah yang lebih aman. 

Sebab, ombak tinggi menerjang dan berpotensi merusak fasilitas dan rumah warga. 

Tidak cuma rumah warga, Don Lamusu juga mengkhawatirkan jalan menuju Leato Selatan. Jalanan sejak sore sudah diterjang ombak setinggi hampir 2 meter. 

Jalan ini terbilang vital karena jadi penghubung antara Gorontalo dengan Sulawesi Utara. Jika rusak, maka akan ada banyak masyarakat yang terisolasi. Sebab, tak ada jalan lain menuju pusat kota Gorontalo selain melalui jalan ini. 

“Ada kecuali masyarakat mau memutar. Jadi sangat dikhawatirkan jalan itu rusak. Saya takutkan abrasi dan putus,” tukas Don Lamusu.

Lurah yang baru menjabat 4 bulan itu mengaku sudah turun mendata kerugian masyarakat. Saat ini yang dibutukan kata dia adalah makanan atau sembako dari pemerintah. 

Sebab jika dapur rumah rusak, sudah tentu masyarakat tidak bisa memasak, terlebih mereka yang rumahnya rusak parah.

Ke depan juga kata Don Lamusu, pihaknya akan mengusulkan pembuatan tanggul pemecah ombak. Sebab kawasan ini memang langganan diterjang ombak. 

"Agar aman, saya sudah mengusulkan untuk anggaran pembuatan pemecah ombak di wilayah ini. Agar rumah warga dan fasilitas tidak rusak karena ombak tinggi yang selalu menerjang," kata dia. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved