Sabtu, 14 Maret 2026

Pilpres 2024

Nasdem Guncang usai Capreskan Anies, 'Restu Jokowi' Muluskan Prabowo ke Pilpres 2024

Beda dengan Partai Nasdem, Partai Gerindra cenderung lebih mulus saat mengusung Prabowo Subianto menuju Pilpres 2024.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Nasdem Guncang usai Capreskan Anies, 'Restu Jokowi' Muluskan Prabowo ke Pilpres 2024
Kolase TribunGorontalo.com
Anies Baswedan - Surya Paloh dan Prabowo Subianto - Muhaimin Iskandar. Beda dengan Partai Nasdem, Partai Gerindra cenderung lebih mulus saat mengusung Prabowo Subianto menuju Pilpres 2024. 

- 15,4 persen

Peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu mengungkapkan, hasil itu menunjukkan bahwa relasi antara Partai Nasdem dan Anies Baswedan belum cukup kuat.

Pasalnya, Anies adalah capres yang telah diusung oleh Partai Nasdem. Tetapi, keputusan itu nampak belum diikuti oleh para kader di bawah.

“Dari sisi responden Partai Nasdem, nama Anies Baswedan justru berada di urutan ketiga yang paling banyak dipilih oleh pemilih partai ini dengan raihan elektoral mencapai 15,4 persen,” ungkap Yohan dikutip dari Harian Kompas, Selasa (25/10/2022).

Dari eksternal, Nasdem yang butuh mitra partai politik supaya bisa mengusung Anies belum juga dapatkan koalisi.

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro membeberkan alasan kenapa Gerindra tidak disudutkan seperti yang dialami Nasdem usai mendeklarasikan calon presiden (capres).

Nasdem diketahui mendapat 'serangan' bertubi-tubi dari sejumlah pihak usai mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres. Padahal, Gerindra sudah lebih dulu mendeklarasikan capres mereka, yaitu Prabowo Subianto.

"Pertama, secara personal, walaupun Pak Prabowo baru mendukung Presiden Jokowi di periode kedua, tapi kehadiran Gerindra dalam kabinet setidaknya bisa meminimalkan konflik yang mungkin mengemuka pasca pertarungan dua pilpres," ujar Agung saat dihubungi Kompas.com, Selasa (25/10/2022).

Kemudian, Agung menyinggung status Prabowo sebagai Menteri Pertahanan (Menhan). Menurutnya, posisi inilah yang membedakan Prabowo dengan Surya Paloh.

Baca juga: Pemilih Nasdem Lari ke Ganjar dan Prabowo: Begini Hasil Survei Pilpres 2024 Litbang Kompas

Surya Paloh, menurutnya, berada di level yang setara dengan Jokowi. Sementara Prabowo sebagai menteri merupakan pembantu presiden.  Maka posisi Prabowo sebagai "orangnya Jokowi" sangatlah melekat.

"Apalagi Pak Prabowo terlibat langsung sebagai menteri, yang berarti semakin menguatkan dirinya sebagai "menteri Jokowi" atau "orangnya Jokowi".

Ini berbeda dengan Surya Paloh yang selama ini relasi yang terbentuk setara, karena baik Presiden Jokowi dan Nasdem sama saling membutuhkan," tuturnya.

Agung menjelaskan, hubungan Prabowo dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri juga baik, di mana Jokowi tergabung ke dalam partai berlambang banteng ini.

Menurutnya, relasi antara Prabowo dan Megawati harmonis, meski sudah banyak pasang surut yang dilalui antara keduanya.

"Ini berbeda dengan relasi PDI-P dan Nasdem, yang dalam beberapa waktu terakhir sebelum sudah muncul riak-riak di akar rumput soal keterbukaan Nasdem membangun komunikasi dengan Demokrat dan PKS. Padahal, di saat yang sama, Nasdem masih menempatkan kader-kadernya di kabinet," jelas Agung.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved