Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-243: Khawatir Diserang Balik, Rusia Desak Warga Kherson Kabur

Kondisi terkini perang, Senin (24/10/2022): Rusia desak lebih banyak warga sipil Kherson melarikan diri untuk menghindari serangan balasan Ukraina.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Wahid Nurdin
Tangkapan Layar The Guardian
Foto Presiden Rusia Vladimir Putin saat memberikan pidato dalam rangka perayaan Hari Kemenangan 'Victory Day' pada Senin, 9 Mei 2022. Kabar terbaru dalam perang Rusia vs Ukraina hari ke-243 pada Senin (24/10/2022) antara lain Rusia mendesak lebih banyak warga sipil di Kherson untuk segera melarikan diri guna menghindari serangan balasan dari pasukan militer Ukraina. 

- Satu orang tewas oleh bom rakitan di Kota Kherson, Ukraina selatan pada hari Minggu, menurut pihak berwenang yang ditempatkan Rusia di wilayah tersebut.

“Sebuah alat peledak rakitan, yang dipasang di tiang jalan dan diledakkan dari jarak jauh, membunuh seorang warga sipil dari Kherson,” tulis pejabat lokal pro-Rusia Kirill Stremousov di media sosial.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-238: Pasukan Putin Serang Pembangkit Listrik Kyiv, 3 Orang Tewas

Stremousov menambahkan bahwa seorang pejalan kaki telah terluka, menurut sebuah laporan dari Agence France- Tekan.

- Rusia dan Ukraina saling tuduh berencana meledakkan bendungan Nova Kakhovka.

Abila pengeboman bendungan itu terjadi maka bisa membanjiri sebagian besar Ukraina selatan, termasuk Kherson.

- Ukraina dan Amerika Serikat mengecam saran dari Rusia bahwa Ukraina sedang bersiap untuk menggunakan "bom kotor" sebagai kebohongan yang berbahaya.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-237: Ibu Kota Kyiv Diserang Drone Kamikaze, 4 Warga Sipil Tewas

"Jika Rusia menelepon dan mengatakan bahwa Ukraina diduga sedang mempersiapkan sesuatu, itu berarti satu hal, Rusia telah menyiapkan semua ini," ujar Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam sebuah pidato video.

Dewan Keamanan Nasional AS juga menolak klaim Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu.

"Dunia akan melihat melalui segala upaya untuk menggunakan tuduhan ini sebagai dalih untuk eskalasi," bunyi sebuah pernyataan AS.

- Menhan Inggris Ben Wallace, membantah klaim yang dibuat oleh Shoigu bahwa Ukraina, yang difasilitasi oleh negara-negara barat termasuk Inggris, berencana untuk meningkatkan konflik.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-236: 9.000 Tentara Putin Dikerahkan di Perbatasan Belarus

“Menteri pertahanan membantah klaim ini dan memperingatkan bahwa tuduhan semacam itu tidak boleh digunakan sebagai dalih untuk eskalasi yang lebih besar,” kata Kementerian Pertahanan Inggris dalam sebuah pernyataan setelah pembicaraan antara Inggris dan Rusia.

- Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan terserah Ukraina untuk memutuskan waktu dan persyaratan perdamaian dengan Rusia.

Macron juga memperingatkan bahwa akhir perang “tidak bisa menjadi pengudusan hukum yang terkuat.”

“Tetap netral berarti menerima tatanan dunia yang terkuat, dan saya tidak setuju dengan ini,” tutur Macron pada pembukaan konferensi perdamaian tiga hari di Roma, Minggu.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-234: Putin Ogah Bicara dengan Biden yang Dukung Kyiv

- Sebuah jet tempur Rusia jatuh di Siberia, menewaskan dua awak.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved