Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-242: Rudal Pasukan Putin Hantam Fasilitas Listrik, Ukraina Gelap
Kondisi terkini perang, Minggu (23/10/2022): pemadaman listrik terjadi di seluruh Ukraina setelah serangan rudal Rusia ke infrastruktur energi.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Donetsk-Ukraina__2.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Perang di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Minggu (23/10/2022) terhitung telah berlangsung 242 hari lamanya.
Kabar terbaru di antaranya adalah terjadinya pemadaman listrik di seluruh Ukraina setelah serangan rudal Rusia terhadap fasilitas energi dan infrastruktur lainnya.
Invansi ini dimulai Presiden Rusia Vladimir Putin sejak memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022) lalu.
Putin juga menyebutnya sebagai 'operasi militer khusus' untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-240: Terlibat, Iran Dijatuhi Sanksi Inggris dan Uni Eropa
Konflik yang terjadi di antara negara bertetangga tersebut hingga kini masih berlanjut dan belum tampak tanda-tanda untuk segera berakhir.
Bahkan menurut Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, perang Rusia vs Ukraina bisa berlangsung selama beberapa tahun.
Kabar Terkini Perang Rusia vs Ukraina
Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-242 perang Rusia dengan Ukraina:
- Pihak berwenang yang ditempatkan Rusia telah memerintahkan semua penduduk Kota Kherson di Ukraina selatan untuk pergi "segera" sebelum pasukan Ukraina yang melancarkan serangan balasan untuk merebutnya kembali.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-239: Putin Umumkan Darurat Militer di 4 Wilayah yang Dicaplok
Pemerintah regional pro-Kremlin meminta warga sipil untuk menggunakan perahu penyeberangan di atas sungai besar untuk bergerak lebih dalam ke wilayah yang dikuasai Rusia.
Pemerintah setempat yang pro-Moskow itu juga mengutip situasi tegang di depan dan ancaman penembakan dan dugaan "serangan teror" oleh Kyiv, Associated Press melaporkan.
Pada hari Jumat (21/10/2022), pasukan Ukraina membombardir posisi Rusia di seluruh wilayah, menargetkan rute pasokan.
- Lebih dari selusin rudal Rusia menghantam fasilitas energi dan infrastruktur lainnya di seluruh Ukraina pada hari Sabtu (22/10/2022), kata angkatan udara Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-238: Pasukan Putin Serang Pembangkit Listrik Kyiv, 3 Orang Tewas
Serangan ini menyebabkan pemadaman listrik di beberapa bagian wilayah yang berbeda.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan serangan Rusia telah menyerang dalam skala "sangat luas", Reuters melaporkan.
Zelensky berjanji bahwa militer Ukraina akan memperbaiki catatan yang sudah baik dalam menjatuhkan rudal dengan bantuan dari mitranya.
- Pasukan militer Rusia menargetkan fasilitas energi di Ukraina barat, kata operator jaringan listrik negara itu pada Sabtu.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-237: Ibu Kota Kyiv Diserang Drone Kamikaze, 4 Warga Sipil Tewas
Ukrenergo mengatakan di Telegram bahwa "skala kerusakan sebanding atau mungkin melebihi konsekuensi dari serangan pada 10-12 Oktober".
Dikatakan kru perbaikan mulai memperbaiki fasilitas setelah serangan roket, tetapi pembatasan itu diberlakukan saat mereka mencoba memulihkan pasokan listrik.
- Ratusan ribu orang di Ukraina tengah dan barat terbangun karena pemadaman listrik serta serentetan tembakan berkala, ketika pertahanan udara Ukraina mencoba menembak jatuh drone dan rudal yang masuk.
Kira Rudik, anggota parlemen Ukraina, mengatakan 1,5 juta orang bertahan tanpa listrik setelah serangan Rusia terhadap pembangkit listrik pada hari Sabtu.
Baca juga: Apa Itu Drone Kamikaze? Pesawat Tanpa Awak Buatan Iran yang Dipakai Rusia untuk Serang Ukraina
- PM Ukraina Denys Shmyhal mengatakan bahwa Rusia telah menjerumuskan Ukraina ke dalam bencana kemanusiaan dengan menyerang infrastruktur energinya.
Shmyhal mengatakan kepada surat kabar Jerman Frankfurter Allgemeine bahwa Rusia ingin mengutuk Ukraina menjadi "musim dingin ketika banyak orang benar-benar bisa mati kedinginan".
- Pasukan Ukraina telah mendorong Rusia keluar dari pemukiman Charivne dan Chkalove di wilayah Kherson, kata staf umum pasukan Ukraina pada hari Sabtu.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-236: 9.000 Tentara Putin Dikerahkan di Perbatasan Belarus
- Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras seruan Prancis, Jerman, dan Inggris agar PBB menyelidiki tuduhan bahwa Rusia telah menggunakan drone dari Iran untuk menyerang Ukraina.
Ukraina mengatakan Rusia telah menggunakan drone serang Shahed-136 buatan Iran.
Jika benar, tuduhan itu akan menandai pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB 2231.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)