Komoditi Kelapa dan Jagung Gorontalo Dilirik Malaysia

Ia menambahkan kadar air pada jagung yang dibutuhkan oleh Pengusaha dari Tan Lan ini berkisar 15 persen. 

TribunGorontalo.com
Jagung Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pengusaha Malaysia mengunjungi tiga perusahaan komoditi kelapa dan jagung di Gorontalo.  

Tiga perusahaan tersebut yakni PT. Sinar Pangan Abadi, PT. Harim, dan PT Santosa Utama Lestari.

Pengusaha asal Malaysia tersebut adalah General Manajer Tan Lan, Tan Mee Yeow. Ia hendak melihat kualitas kelapa dan jagung Gorontalo. 

Turut mendampingi adalah Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Syukri Botutihe dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljady D Mario, Kamis (20/10/2022).

Muljady dalam wawancara mengungkapkan kedatangan pengusaha ini merupakan peluang yang bagus untuk membangun hubungan dagang yang akan memberikan keuntungan bagi daerah.

Ia berharap, kunjungan ini akan segera ditindaklanjuti dengan pertemuan yang menghasilkan persetujuan bisnis dengan pengusaha yang ada di Gorontalo.

“Kita pernah punya kerja sama dengan Malaysia 18 tahun yang lalu, Alhamdulillah sekarang pak Penjagub telah mampu mendatangkan investor ini”, ungkap Muljady.

Ia menambahkan kadar air pada jagung yang dibutuhkan oleh Pengusaha dari Tan Lan ini berkisar 15 persen. 

Gorontalo dengan stok yang melimpah, memiliki kadar air pada jagung yang diperlukan sehingga membuat pengusaha ini terkesan.

“Mereka sangat terkesan, komentar mereka luar biasa, dan mereka berminat sekali. Dari sini kita berharap segera terjalin kontrak bisnis antara mereka dengan pengusaha di Gorontalo,” kata Muljady.

Rencananya, pengusaha asal Malaysia itu akan berinvestasi dalam pengembangan komoditi jagung dari Provinsi Gorontalo. 

Hal itu dikemukakan Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer usai menerima General Manajer Tan Lan, Tan Mee Yeow di ruang kerja Kantor Gubernuran, Rabu (19/10/2022).

Tan Lan merupakan bagian dari perusahaan Tan Lan Holdings. Selain kehadiran Tan Mee Yeow, ada juga Dato Suhaimi Ibrahim dari Koperasi Belia Nasional Berhad, Malaysia yang bergerak di berbagai bidang termasuk pertanian.

Dikatakan Hamka, Pemprov Gorontalo berupaya menarik investasi sebesar besarnya ke daerah. Selain karena kondisi fiskal Gorontalo yang kecil, potensi pertanian khususnya jagung belum banyak tersentuh oleh perusahaan berskala besar.

“Ini juga sesuai dengan arahan Bapak Presiden, jadi harus diberikan kesempatan pihak ketiga (investor) untuk bisa bekerjasama di daerah dan jangan membuat rantai birokrasi yang terlalu ribet. Makanya tadi kami rapat komprehensif dengan instansi terkait sehingga kita mau kerjasamanya,” ucap Hamka.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved