Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-234: Putin Ogah Bicara dengan Biden yang Dukung Kyiv

Kondisi terkini perang Rusia, Sabtu (15/10/2022): Putin merasa tak perlu bicara dengan Joe Biden di tengah rencana pengiriman bantuan AS ke Ukraina.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Kolase Capture The Guardian
Kolase Presiden Amerika Serikat Joe Biden (Kanan) saat menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin (Kiri) sebagai penjahat perang karena invasi di Ukraina beberapa waktu lalu. Kabar terbaru dalam perang Rusia vs Ukraina pada hari ke-234 pada Sabtu (15/10/2022): Saat berada di konferensi pers di Ibu Kota Kazakhstan, Astana, Putin menegaskan bahwa ia "tidak perlu" untuk berbicara dengan Biden. 

- Demokrat di Capitol Hill, Washington, telah menyarankan untuk mentransfer sistem senjata AS di Arab Saudi ke Ukraina.

Disarankan juga untuk menangguhkan rencana transfer rudal Patriot ke Riyadh setelah apa yang mereka sebut sebagai “titik balik” dalam hubungan Washington dengan Kerajaan Arab Saudi.

- Sementara itu, Arab Saudi akan memberikan bantuan kemanusiaan senilai 400 juta dolar ke Ukraina, kata kantor berita negara Saudi SPA.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-225: Belum Stabilkan Wilayah yang Dicaplok, Putin Akui Kerugian?

Arab Saudi menambahkan bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah menelepon Zelensky pada hari Jumat, Reuters melaporkan.

- Kelompok peretas yang baru ditemukan telah menyerang perusahaan transportasi dan logistik di Ukraina dan Polandia dengan jenis ransomware baru, kata Microsoft pada hari Jumat.

Para hacker menargetkan berbagai sistem dalam waktu satu jam pada hari Selasa (11/10/2022), kata Microsoft dalam sebuah posting blog.

Microsoft menambahkan bahwa mereka belum dapat menghubungkan serangan tersebut ke kelompok yang dikenal.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-224: Korut Satu-satunya Anggota PBB yang Akui Pencaplokan Putin

Adapun para peneliti menemukan peretasan itu sangat mirip dengan serangan sebelumnya oleh tim cyber yang terkait dengan pemerintah Rusia.

- Gubernur Kharkiv, Oleh Synyehubov mengatakan bahwa dua anak laki-laki berusia 16 tahun termasuk di antara para korban yang terluka oleh penembakan Rusia di wilayah itu dalam 24 jam terakhir.

- Kemhan Inggris mengatakan bahwa “Rusia terus menuntut operasi ofensif di Donbas pusat dan, sangat lambat, membuat kemajuan”.

Kemhan Inggris juga menyatakan bahwa “dalam tiga hari terakhir, pasukan pro-Rusia telah membuat kemajuan taktis menuju pusat Kota Bakhmut di Oblast Donetsk” dan “kemungkinan maju ke desa Opytine dan Ivangrad di selatan kota”.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved