Liga Italia
Jadi Pion Lini Pertahanan AC Milan, Pierre Kalulu Akui Merasa Tertekan Tanding di Liga Italia
Hijrah dari Prancis, bek muda AC Milan Pierre Kalulu mengakui bahwa dirinya merasakan tekanan saat bermain di Scudetto Liga Italia.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/kalulu-15-oktober-2022.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Pemain di lini pertahanan AC Milan Pierre Kalulu mengakui bahwa ia merasakan tekanan jelang pertandingan tim Rossoneri.
Hal itu disampaikan Kalulu saat membahas tentang dampak memenangkan Scudetto atau Serie A Liga Italia musim lalu dan bagaimana perasaannya bermain untuk AC Milan.
Sebagaimana diketahui bahwa Kalulu merupakan bek asal Prancis yang bergabung dengan AC Milan pada September 2020 lalu.
Dilansir TribunGorontalo.com dari Football Italia pada Sabtu (15/10/2022), Kalulu bergabung ke AC Milan 2 tahun lalu dari Olympique Lyon dalam kesepakatan senilai sekitar 1,2 juta euro.
Baca juga: Imbang Lawan Barcelona Bisa Jadi Kebangkitan Inter Milan di Liga Italia, Martinez Akan Buktikan Diri
Pemuda berusia 22 tahun itu hampir tidak tampil di musim pertamanya di AC Milan.
Kalulu hanya tampil tujuh kali sebagai starter di Serie A, tetapi cedera yang dialami Simon Kjaer musim lalu membuatnya menjadi pemain reguler di bawah asuhan Pelatih AC Milan Stefano Pioli, di mana dia tampil mengesankan.
Kalulu pun kini menjadi bagian inti dari pertahanan AC Milan dan simbol lain dari kerja cerdas mereka di bursa transfer.
Berbicara kepada NSS Sports, Kalulu menjelaskan dampak psikologis dari laga Scudetto terhadap skuat AC Milan.
Baca juga: Termasuk Kepemilikan oleh Erick Thohir, Marotta: Kepemilikan Asing Bantu Inter dan AC Milan Bertahan
“Untuk tiba dan segera memenangkan Scudetto adalah kegembiraan yang luar biasa. Kami semua masih muda dalam tim dan kami tidak menyadarinya, karena ketika Anda mulai melakukan sesuatu dan langsung berhasil, sepertinya hal itu sangat mudah, tetapi ternyata tidak." ujar Kalulu.
Kalulu juga mengungkapkan perasaannya sebagai bek yang kini membela tim Rossoneri.
“Ketika Anda seorang bek, Anda harus menyukai pekerjaan kotor dan mengambil risiko sesedikit mungkin," kata Kalulu.
"Tetapi sesekali mencoba sesuatu yang lebih dengan bola memberi Anda perasaan gembira, tetapi kemudian jika Anda berhasil, Anda terlalu kuat dan jika gagal kamu akan terlalu buruk.” sambungnya.
Baca juga: Kembalikan Kejayaan AC Milan, Stefano Pioli Bakal Dihadiahi Rossoneri Kontrak Baru yang Lebih Lama?
Kalulu kemudian berbicara tentang bagaimana perasaannya bermain di Liga Italia dan hubungannya dengan para penggemar.
“Saya merasakan sedikit tekanan. Menurut saya ketegangan yang sebenarnya, yang membuat perut kembung, harus segera Anda rasakan begitu masuk ke lapangan, bukan sebelumnya." ungkap Kalulu.
“Misalnya hari Minggu kami main jam 20:45, kalau belum 20:35 saya belum merasakan apa-apa, maka saya mendapatkan feeling yang tepat dan saya masuk ke atmosfer pertandingan. Ketika Anda seusia saya, Anda mungkin tidak selalu menyadarinya." lanjutnya.
Baca juga: Seri Lawan Barcelona, Posisi Inter Milan di Liga Champions Belum Aman, Ini Skenario Agar ke 16 Besar
Kalulu mengatakan bahwa sudah sepatutnya pemain menampilkan performa terbaik mereka, mengingat Liga Italia sangat penting bagi para penggemar.
“Pada saat yang sama Anda sudah menjadi contoh bagi banyak orang, sumber kegembiraan ketika Anda berada di lapangan. Sepak bola di Italia sangat penting bagi para penggemar, jadi sudah sepatutnya Anda melakukan yang terbaik untuk mereka." terang Kalulu,
“Mungkin ketika Anda orang Italia dan selalu tinggal di Italia untuk Anda, itu adalah hal yang normal, tetapi jika Anda pergi ke luar negeri, Anda mengerti bagaimana itu adalah hasrat yang sangat kuat.” imbuhnya.
Baca juga: Saat Kartu Merah Fikayo Tomori Dinilai termasuk Keputusan Kontroversial yang Rugikan AC Milan
Sebagai informasi, Kalulu sejauh ini telah membuat 68 penampilan di semua kompetisi untuk AC Milan sejak kedatangannya pada September 2020.
Kalulu dikontrak klub AC Milan hingga 2025 mendatang dan merupakan bagian inti dari skuat Pioli.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)