Pilpres 2024

Suara PDIP Tergerus jika Puan Maharani hanya Cawapres di Pilpres 2024

Elektabilitas PDIP tergerus jika mengusung Puan Maharani sebagai cawapres. PDIP harus mengambil capres jika ingin menang Pemilu dan Pilpres 2024.

Editor: Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Massa PDIP mengibarkan bendara partai dan Puan Maharani. Elektabilitas PDIP tergerus jika mengusung Puan Maharani sebagai cawapres. PDIP harus mengambil capres jika ingin menang Pemilu dan Pilpres 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Elektabilitas PDIP akan tergerus jika mengusung Puan Maharani sebagai cawapres. PDIP harus mengambil posisi capres jika ingin memenangkan Pemilu dan Pilpres 2024.

Jajak pendapat terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menemukan, pemilih PDIP memilih Ganjar Pranowo - Airlangga Hartarto ketimbang Prabowo Subianto - Puan Maharani di Pilpres 2024.

Muncul asumi, massa PDIP akan memilih kadernya di posisi capres ketimbang cawapres. Ganjar pun menjadi 'kuda hitam' seandainya Puan Maharani tidak maju capres.

Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama Ari Junaedi mengatakan, hingga kini PDI-P belum mengumumkan capres yang akan mereka usung pada pilpres. Namun, gelagat PDI-P memihak ke Puan Maharani, sang putri mahkota.

Spekulasi ini bukan tanpa alasan. Sejak beberapa bulan lalu, Puan Maharani mendapat tugas khusus yang dimandatkan langsung oleh sang ibunda yang juga Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri.

Ketua DPP PDI-P itu diperintahkan untuk melakukan safari politik ke partai-partai lain dalam rangka persiapan menuju 2024.

Tak hanya itu, Puan Maharani juga dipercaya oleh Megawati buat keliling Indonesia, bertemu kader-kader PDI-P di daerah.

121022-survei LSI-1
Infografis survei LSI Denny JA yang dirilis 10 Oktober 2022. Elektabilitas PDIP akan tergerus jika mengusung Puan Maharani sebagai cawapres. PDIP harus mengambil posisi capres jika ingin memenangkan Pemilu dan Pilpres 2024.

Sebaliknya, Ganjar seakan semakin tersingkirkan. Berkali-kali dia tak diundang di acara partainya sendiri hingga terang-terangan dikritik oleh elite PDI-P.

Junaedi menyebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berpotensi jadi "kuda hitam" pada Pilpres 2024.

Artinya, nama Ganjar bisa jadi kurang diperhitungkan oleh partainya sendiri saat ini. Namun, politisi PDI Perjuangan itu punya peluang besar untuk memenangkan pemilihan mendatang.

"Saya berkeyakinan Ganjar adalah kuda hitam dalam pilpres mendatang," kata Ari kepada Kompas.com, Senin (10/10/2022).

Oleh publik, Ganjar belakangan dianggap dipinggirkan dari partainya sendiri karena kerap kali tidak diundang di acara PDI-P.

Baca juga: Jajak Pendapat Terbaru Pilpres 2024: Hampir 60 Persen Pemilih PDIP Pilih Ganjar - Airlangga

Beberapa elite partai banteng juga terang-terangan menyebut Ganjar kelewatan, bahkan congkak karena berambisi maju di pilpres.

Menurut Ari, dinamika itu justru membuat Ganjar mendapat simpati publik. Ganjar mungkin dianggap sebagai political victim alias korban politik karena "serangan-serangan" PDI-P ke dirinya.

"Sehingga publik menaruh iba dan semakin jatuh hati dengan ketegaran Ganjar," ucap Ari.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved