Sabtu, 14 Maret 2026

Pilpres 2024

Duet Puan Maharani - Airlangga di Pilpres 2024? PDIP: Bu Megawati Bilang Sabar, Tunggu Momen

Puan Maharani dan Airlangga Hartarto menguat maju Pilpres 2024. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menunggu momentum.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Duet Puan Maharani - Airlangga di Pilpres 2024? PDIP: Bu Megawati Bilang Sabar, Tunggu Momen
Kolase TribunGorontalo.com
Puan Maharani - Airlangga Hartarto dan Megawati. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Nama Puan Maharani dan Ganjar Pranowo menguat secagai capres PDIP. Namun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menunggu momentum untuk mengumumkan pasangan capres-cawapres yang akan maju di Pilpres 2024

Puan Maharani paling dijagokan kader PDIP. Bahkan relawan beberapa daerah telah mendeklarasikan Puan Maharani Presiden 2024.

Sinyal PDIP akan memilih Puan Maharani telah menjadi trending topic. Para analisis memperkirakan cucu Presiden Soekarno itu akan berpasangan dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Puan Maharani dan Airlangga saling memberikan kode saat pertemuan di Tuguh Monas, Sabtu 8 Oktober 2022.

Airlangga sempat mengajak Puan Maharani naik mobil listrik berwarna merah kuning. Puan Maharani pun juga melayangkan pantun 'Langit memerah dan padi menguning'.

Pada sore harinya, di Batutulis Bogor, dua queen - king maker politik Indonesia bertemu. Megawati dan Jokowi membahas persoalan pangan Indonesia.

Jokowi sering disebut sebagai king maker Koalisi Indonesia Bersatu yang didukung Partai Golkar, PAN dan PPP.

Sedangkan Megawati dikenal sebagai queen maker PDIP. Ia telah melahirkan banyak pemimpin daerah termasuk Presiden Jokowi.

Baca juga: Pertemuan Batutulis Megawati - Jokowi: Sinyal Puan Maharani - Airlangga Maju Pilpres 2024

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto mengungkapkan tanggapan Megawati menanyakan soal pembahasan capres dan cawapres yang akan diusung PDI-P.

Hasto menyebut jika pertanyaannya terkait pembahasan capres dan cawapres itu hanya dibalas singkat saja oleh Megawati.

Megawati pun meminta Hasto dan kader PDI-P lainnya untuk bersabar dan menunggu momentum pengumuman capres dan cawapres dari PDI-P.

"Saya juga kemarin tanya Bu Mega, 'Bu, gimana pembahasan capres-cawapres?'. Ibu jawab, 'sabar saja, tunggu momentumnya'," kata Hasto dilansir Kompas.com, Minggu (9/10/2022).

Hasto pun mengakui jika penunjukan capres dan cawapres dari PDI-P sepenuhnya adalah kewenangan Megawati sebagai Ketua Umum PDI-P.

Lebih lanjut Sekjen PDI-P ini menuturkan jika mencalonkan seorang pemimpin bangsa bukanlah tugas yang ringan.

Sehingga perlu dipersiapkan dengan matang serta mencermati dinamika politik yang ada.
Namun yang jelas calon pemimpin yang akan dipilih PDI-P adalah seseorang yang jadi harapan rakyat.

"Kita calonkan pemimpin terhadap kesadaran masa depan karena jadi pemimpin bangsa tidak ringan."

"Sehingga perlu disiapkan matang, seluruh dinamika politik dicermati. Tapi yang penting jadi harapan rakyat, itu yang akan dijawab PDI-P. Jadi sabar saja," terang Hasto.

Diketahui sebelumnya, sejumlah partai politik sudah mulai mendeklarasikan nama-nama calon presiden yang akan diusung pada Pilpres 2024 mendatang.

Di antaranya ada Partai Gerindra yang akan mengusung sang Ketua Umum, Prabowo Subianto sebagai bakal capres.

Lalu ada Partai NasDem yang belum lama ini mengumumkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjadi bakal capres yang diusungnya.

Baca juga: Punya 31 Persen Riil Elektoral: Puan Maharani - Airlangga Hartarto The Real Champion Pilpres 2024?

Serta ada PSI yang memutuskan untuk memberikan dukungannya kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo sebagai bakal capres.

Analis politik Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago. Ia memprediksi, akan ada 3-4 poros koalisi pada Pemilu 2024.

Termasuk, poros yang mencalonkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai presiden.
"Akan ada 3 sampai 4 poros koalisi pada pilpres 2024," kata Pangi, Rabu (5/10/2022).

Setelah diusungnya Anies sebagai capres dari NasDem, menurut Pangi, semakin besar kemungkinan Nasdem akan berkoalisi dengan Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Di posisi cawapres, Demokrat diprediksi akan menawarkan ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sementara, PKS mungkin menyodorkan kadernya yang juga mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Adapun untuk poros kedua, kemungkinan diisi oleh Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), kongsi bentukan Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pangi pun mengatakan, koalisi ini berpotensi mengusung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebagai capres dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai cawapres.

Kemudian, poros ketiga boleh jadi Gerindra bekerja sama dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI Perjuangan.

Namun, bila PDI-P memutuskan berjalan sendirian, maka akan ada empat poros koalisi pada pilpres mendatang.

"Poros ketiga Gerindra-PKB-PDIP mengusung Prabowo-Puan (Prabowo Subianto dan Puan Maharani), atau poros keempat PDI-P maju sendiri," ucap Pangi.

Pengamat politik Adi Prayitno, menilai adanya tiga atau empat poros koalisi mungkin saja bisa terjadi pada pemilihan presiden 2024.

Kemungkinan ini menyusul adanya deklarasi capres dari Partai NasDem, yakni Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Saya kira konfigurasi politik di 2024 sangat cair dan bahkan sangat liar. Tidak ada yang bisa memastikan akan ada berapa poros politik yang ikut bertanding."

"Orang tidak bisa menebak apakah akan ada dua poros, tiga poros atau empat poros, tapi kalau melihat kecenderungannya, sangat mungkin di tahun 2024 itu akan ada empat ataupun tiga poros," kata Adi, Minggu (8/10/2022).

Baca juga: PPP Jakarta Usulkan Anies Baswedan - Sandiaga Uno Maju Pilpres 2024

Menurut Adi, hal itu dikarenakan setelah Anies Baswedan dinyatakan maju sebagai kandidat capres oleh NasDem, ada beberapa elite partai yang intens komunikasi dengan partai politik lain.

"Nyatanya poros-poros politik yang sudah ada terus melakukan kerja-kerja politik dan silaturahmi politik antara elite untuk memastikan partner koalisi."

"Sebut saja, misalnya Puan Maharani, begitu aktif dan agresif melakukan komunikasi dengan sejumlah elite partai, tentu sebagai untuk memastikan Puan bisa menemukan partner politik di 2024, karena PDIP merupakan satu-satunya partai yang bisa mengusung capres-cawapres sendiri," jelasnya.

Lebih lanjut, Adi menyebut, saat ini hubungan Gerindra dengan PKB juga makin harmonis.

"Kita melihat bagaimana koalisi Gerindra-PKB terlihat juga sangat solid."

"Bahkan, disebut-sebut dalam waktu dekat bahwa Prabowo Subianto dengan Muhaimin Iskandar segera deklarasi sebagai pasangan capres-cawapres di 2024," ucap Adi.

Selain itu, untuk poros lainnya, partai yang berada dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) juga intens melakukan komunikasi politik.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kata Megawati saat Ditanya Kader soal Capres dan Cawapres yang Diusung PDIP: Sabar, Tunggu Momentum

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved