Pilkada Gorontalo
Golkar Jaga Tahta Kota Gorontalo: Ini 5 Kader Pengganti Wali Kota Marten Taha
Lima kader Partai Golkar memperebutkan tiket Partai Golkar untuk mengusung calon wali kota-calon wakil wali kota pada Pilkada Kota Gorontalo 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/051022-ryan-marten-5.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Lima kader Partai Golkar bersaing memperebutkan tiket Partai Golkar untuk mengusung calon wali kota-calon wakil wali kota pada Pilkada Kota Gorontalo 2024.
Lima figur masing-masing Ryan F Kono, Risman Taha, Meyke Kamaru, Irwan Hunawa dan Hardi Sidiki.
Golkar satu-satunya partai politik yang bisa mengusung sendiri pasangan cawali-cawali di Pilkada Kota Gorontalo 2024.
Berikut perolehan 25 kursi DPRD Kota Gorontalo periode 2019-2024:
1) Golkar 5 kursi
2) PAN 4 kursi
3) Demokrat 4 kursi
4) PPP 4 kursi
5) PDIP 3 kursi
6) Gerindra 3 kursi
7) Hanura 2 kursi
Kader Golkar yang masuk bursa cawali mulai rajin menemui konstituen.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Media Penggalangan Opini (MPO) DPD Partai Golkar Gorontalo
Yudin Lalio.
Yudin mengatakan, ada beberapa kader Golkar yang memiliki kans untuk maju diperhelatan pemilihan Wali kota, di antaranya:
- Ryan F Kono,
- Risman Taha,
- Meyke Kamaru,
- Irwan Hunawa dan
- Hardi Sidiki.
Dari lima nama yang memiliki kans kuat dan mumpuni sebagai kader dari DPD II, yang bisa saja dicalonkan wali kota untuk menggantikan kepemimpinan Marten A Taha.
“Kelima kader itu sudah mensosialisasikan dirinya, terlebih yang menyatakan sikap untuk maju baru ada Risman Taha dan Ryan Kono,” tuturnya.
Kata Yudin, walaupun sudah sosialisai ke konstituen, namun perlu diingat ada sistem yang harus mereka lewati di partai, misalnya melalui survei.
Sebagai satu-satunya partai yang memimpin Wali Kota Gorontalo selama 10 tahun terakhir ini, Golkar tetap optimis memenangkan pertarungan Pilkada Kota Gorontalo.
Baca juga: Pilkada Gorontalo: Ketat Tiket Cagub Golkar, Pengamat Sebut Kekuatan Menpora Zainudin Amali
Lanjut Yudin, jika berbicara kekuatan beberapa kader menjadi jagoan untul daerah pemilihan.
- Dapil Dumbo Raya: Mariam Umadji dan Sucipto
- Dapil Siputeng: Hardi Sidiki
- Dapil Hulonthalangi Selvi Mantu
- Kota Barat: Risman Taha dan Irwan Hunawa
Di zaman Marten Taha yang juga sebagai Ketua DPD II Kota Gorontalo, dia telah banyak melahirkan kader yang kompeten bahkan tidak sedikit yang memiliki potensi untuk maju melanjutkan kepemimpinannya.
“Di DPRD kota saja kita memiliki 5 kader,” tuturnya.
Kata Yudin, jika dalam pemilihan legislatif mendatang dan Golkar mampu menang secara mutlak, maka tentu Golkar akan mengusung sendiri. Walaupun demikian, menurutnya, koalisi juga bagus untuk pilkada ke depan.
“Jika Golkar mampu seperti 10 tahun kemarin, bisa saja Golkar tidak koalisi,” tuturnya.
Kata Yudin, kepengurusan DPD Golkar mulai dari kepemimpinan Marten Taha hingga saat ini tidak pernah retak dan tetap solid.
Dia menegaskan terlebih kader Golkar tetap solid dan mendukung apapun keputusan partai yang akan dikeluarkan termasuk rekomendasi hanya akan merujuk ke satu kader.
“Golkar memiliki tradisi sendiri untuk menjaring kader yang kompeten. Jika rekomendasi merujuk ke satu kader, yang pasti lainnya akan legowo nanti,” tegasnya.
(*)