Pilpres 2024

Deklarasi Anies Baswedan sebagai Jebakan? Ini Analisis Politik Pilpres 2024

Deklarasi Anies Baswedan sebagai capres oleh Partai Nasdem dinilai sebagai 'jebakan' blok politik lain jelang Pilpres 2024.

Editor: lodie tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Capres Partai Nasdem Anies Baswedan. Deklarasi Anies Baswedan sebagai capres oleh Partai Nasdem dinilai sebagai 'jebakan' blok politik lain jelang Pilpres 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Deklarasi Anies Baswedan sebagai capres oleh Partai Nasdem dinilai sebagai 'jebakan' blok politik lain jelang Pilpres 2024.

Blok politik ini berkeinginan supaya Anies Baswedan tampil saja di panggung Pilpres 2024. Pada akhirnya Anies Baswedan akan dikecilkan sebagai bagian dari satu komunitas.

Demikian analisis dari pengamat politik Rocky Gerung soal Partai Nasdem yang mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres pada Pilpres 2024.

"Kita tidak tau Surya Paloh taruh Anies di situ (capres), apa betul mau berkelahi dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Atau mungkin ada jebakan lain yang dipasang oleh blok (politik) lain untuk memancing supaya Anies tampil saja. Toh, akhirnya Anies akan dikecilkan," ujar Rocky dalam wawancara dengan Hersubeno Arief dari FNN, Selasa 4 Oktober 2022 malam.

Sementara itu, basis pendukung Anies Baswedan pecah? Gerakan moral, Persaudaraan Alumni atau PA 212 tidak mendukung deklarasi capres Anies Baswedan oleh Partai Nasdem.

PA 212 menganggap deklarasi Anies Baswedan oleh Nasdem dapat memecah belah umat terkait beberapa 'luka lama'.

Alasan tak mendukung deklarasi Anies Baswedan, PA 212 pernah melaporkan beberapa kader Nasdem Viktor Laiskodat (kini Gubernur NTT) dengan dugaan penistaan terhadap agama Islam.

Koordinator Humas Persaudaraan Alumni atau PA 212 Novel Bamukmin menyatakan tidak mendukung deklarasi capres Nasdem.

"Kami tidak mendukung deklarasi NasDem, takut memecah belah umat," kata Novel Bamukmin yang juga Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) lewat keterangan tertulisnya, Selasa (4/10/2022).

Novel menyebutkan jika dirinya pernah melaporkan kader Partai NasDem yaitu Viktor Laiskodat (kini Gubernur NTT) dengan dugaan penistaan terhadap agama Islam.

"Kami dari Spirit 212 sampai dua kali mendemo Mabes Polri dan DPP Partai NasDem terkait masalah ini," ujarnya.

Novel juga menduga Partai NasDem bekerjasama dengan pihak-pihak luar.

Ia juga menyebut nama eks Jaksa Agung yang merupakan kader Partai NasDem mengkriminalisasi beberapa tokoh.

"Termasuk Habib Bahar Smith yang sudah beberapa kali tersangkut kriminalisasi. Juga para ulama yang saat ini bersidang seperti KH Farid Okbah, Zein Annajah dan Hanung Alhamad dan habaib yang lainnya," ujarnya.

Baca juga: Nasdem Calonkan Anies Baswedan, Puan Maharani Temui Airlangga Bahas Pilpres 2024

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved