Minggu, 15 Maret 2026

Capres 2024

Politik '2 Kaki' Nasdem: Usung Anies Baswedan Jadi Capres, Tetap Dukung Jokowi

Eskalasi politik Pilpres 2024 semakin menarik! Partai Nasdem mainkan 'politik 2 kaki' setelah resmi mengusung Anies Baswedan sebagai capres.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Politik '2 Kaki' Nasdem: Usung Anies Baswedan Jadi Capres, Tetap Dukung Jokowi
Kolase TribunGorontalo.com
Anies Baswedan dan Surya Paloh (kiri) dan Surya Paloh-Jokowi. Eskalasi politik Pilpres 2024 semakin menarik! Partai Nasdem mainkan 'politik 2 kaki' setelah resmi mengusung Anies Baswedan sebagai capres. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Eskalasi politik Pilpres 2024 semakin menarik! Partai Nasdem mainkan 'politik 2 kaki' setelah resmi mengusung Anies Baswedan sebagai capres.

Selain mendukung tokoh 'oposisi' Anies Baswedan, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyatakan tetap mendukung pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin.

Anies Baswedan memang menjadi figur capres paling diunggulkan berbagai lembaga survei nasional.

Jajak pendapat terbaru (usia 17-29 tahun pada 8 - 13 Agustus 2022) Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Anies Baswedan unggul dalam simulasi dua capres, Prabowo Subianto maupun Ganjar Pranowo.

Simulasi Anies Baswedan vs Ganjar Pranowo:

Anies Baswedan: 47,8 persen

Ganjar Pranowo: 43,9 persen

Simulasi Anies Baswedan vs Prabowo Subianto:

Anies Baswedan:47,2 persen

Prabowo Subianto: 45,0 persen

Ketua Umum (Ketum) Partai Nasdem Surya Paloh membebaskan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menentukan sendiri siapa calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya pada Pemilu 2024.

Adapun Partai Nasdem telah resmi mendeklarasikan Anies menjadi calon presiden (capres) 2024. "Soal cawapres, kalau Nasdem, kita kasih otoritas kepada Bapak Anies," ujar Paloh di Nasdem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022).

Paloh menjelaskan, Nasdem tidak bisa menentukan siapa sosok yang dirasa cocok untuk mendampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Dia khawatir, jika Nasdem yang menentukan, Anies merasa tidak cocok dengan pasangannya.

"Bagaimana kita mau pilih Wakil Presiden yang tiba-tiba enggak cocok. Belum apa-apa sudah cari penyakit," ucapnya.

Baca juga: Anies Baswedan-AHY Berpotensi Ambil 44,50 Persen Suara Kontra Jokowi

Sebelumnya, Partai Nasdem resmi mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) yang akan diusung pada Pilpres 2024 mendatang.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

"Pilihan capres Nasdem adalah yang terbaik daripada yang terbaik. Inilah akhir Nasdem memberikan seorang sosok Anies Baswedan," ujar Paloh di Nasdem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022).

Paloh turut mengungkapkan alasannya memilih Anies sebagai Capres 2024.

"Kenapa Anies Baswedan? Jawabannya: Why not the best?" katanya. Dalam deklarasi ini, sejumlah elite Partai Nasdem tampak hadir langsung.

Di antaranya seperti Prananda Surya Paloh, Rachmat Gobel, Syahrul Yasin Limpo, hingga Ahmad Sahroni.

Nasdem Tetap Dukung Pemerintahan Jokowi

Partai Nasdem resmi mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) yang akan mereka usung pada Pemilu 2024.

Kendati demikian, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengatakan, patainya akan tetap mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin hingga selesai masa jabatan.

"Nasdem ingin mempertegas komitmennya untuk tetap mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf ini sampai akhir masa jabatan," kata Paloh di Nasdem Tower, Jakarta, Senin (3/10/2022).

Paloh mengatakan, tak ada perbedaan apa pun antara partainya dengan pemerintahan Presiden Jokowi.

Meski ada kekurangan di sana-sini, namun, Paloh menyebut, menjadi tugas partai-partai koalisi Jokowi, termasuk Nasdem, untuk selalu mengawal jalannya pemerintahan.

Baca juga: Peluang Duet Anies Baswedan-AHY pada Pilpres 2024: Unggul Jajak Pendapat

"Tidak ada perbedaan apa pun yang kami rasakan secara prinsipal," ujar Paloh.

"Kekurangan pasti ada, dan inilah tugas sahabat, tugas partai koalisi yang berada dalam pemerintahan untuk selalu mengawal dengan nawaitu, dengan niat baik, apa yang terbaik, baik untuk pemerintahan, baik untuk bangsa dan negara ini," tuturnya.

Adapun menurut Paloh, alasan partainya mengusung Anies Baswedan sebagai capres adalah karena mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu dinilai yang terbaik.

Pikiran-pikiran Anies sejalan dengan apa yang diyakini Nasdem, baik secara makro maupun mikro.

Jika kelak Anies terpilih menjadi presiden, Paloh berharap Indonesia menjadi negara yang lebih bermartabat dan mampu membentuk karakter bangsa sejati.

Sebab, kata dia, suksesnya perjalanan negeri bukan hanya dilihat dari pembangunan fisik semata, tetapi juga membentuk karakter anak-anak bangsa.

"Maka tugas utama Anies nantinya melihat kembali sejauh mana nilai harkat dan martabat kehidupan kebangsaan kita, yang sudah berhasil untuk diteruskan, yang belum berhasil untuk diperbaiki," ujar Paloh.

Paloh pun meminta seluruh jajaran Partai Nasdem mengawal pencalonan Anies sebagai presiden. Dia bilang, perjalanan pencapresan ke depan masih panjang.

"Katakan yang tidak suka, katakan yang tidak cocok. Katakan yang barangkali tidak sesuai dengan apa yang saya utarakan pada hari ini agar proses interaksi ini menghasilkan sesuatu upaya perbaikan atas kekurangan," kata Paloh.

Sebelumnya, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar Juni lalu, Nasdem mengumumkan tiga nama bakal capres yang bakal mereka usung.

Selain Anies, ada nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Anies sendiri telah menyatakan dirinya siap mencalonkan diri sebagai presiden, hanya jika ada partai politik yang bersedia mengusungnya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nasdem Bebaskan Anies Pilih Sendiri Cawapres 2024"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved