Selasa, 17 Maret 2026

Eks Kapten Real Madrid dan Achraf Hakimi Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Eks Kapten Real Madrid, Sergio Ramos turut berduka cita atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Tayang:
zoom-inlihat foto Eks Kapten Real Madrid dan Achraf Hakimi Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Tragedi Kanjuruhan
Twitter
Dua mantan pemain Real Madrid mengirim ucapan belasungkawa untuk para korban tragedi Kanjuruhan di akun twiter pribadi mereka. 

"Sebelumnya kami melaporkan ada 130 korban jiwa. Tapi setelah melakukan penelitian dan penghitungan ulang, ternyata korban tewas sebanyak 125 jiwa," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo dikutip dari TribunJogja.com, Senin (3/10/2022).

Foto Suporter Arema FC, Aremania turun ke lapangan setalah pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Kerusuhan ini dipicu Aremanis yang kecewa dengan kekalahan kandang Arema FC 2-3 dari Persebaya Surabaya.
Foto Suporter Arema FC, Aremania turun ke lapangan setalah pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Kerusuhan ini dipicu Aremanis yang kecewa dengan kekalahan kandang Arema FC 2-3 dari Persebaya Surabaya. (SuryaMalang.com/Purwanto)

Dari 125 korban tewas itu, 124 korban telah teridentifikasi identitasnya. Sedangkan satu korban lainnya belum teridentifikasi. Selain itu, ada 302 orang mengalami luka, diantaranya 21 orang luka berat.

Kerusuhan terjadi usai Arema FC takluk 3-2 dari sang tamu Persebaya Surabaya, Sabtu (1/9/2022) malam.

Setelah itu terlihat suporter mulai masuk ke area lapangan dan dihadang oleh aparat keamanan.

Kerusuhan terjadi akibat ribuan dari suporter Aremania turun ke lapangan, begitu di lapangan mereka mendapatkan hadangan dari aparat yang berjaga.

Dalam penanganan itu, terlihat pihak kepolisian yang bertugas menggunakan gas air mata untuk mengurai suporter, yang diduga pula ini jadi penyebab banyaknya korban jiwa berjatuhan.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta mengatakan justru penggunaan gas air mata sudah sesuai prosedur.

Pihak kepolisian menggunakan gas air mata karena suporter sudah bertindak anarkis dan masuk ke area lapangan.

Setelah penembakan gas air mata suporter berhamburan ke pintu 12 dan membuat area itu mengalami penumpukan.

“Saat terjadi penumpukan, itu jadi banyak yang mengalami sesak napas,” kata Nico Afinta saat konferensi pers, Minggu (2/20/20220).

“Seandainya suporter mematuhi aturan, peristiwa ini tidak akan terjadi, semoga tidak terjadi lagi peristiwa semacam in,” sambungnya. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved