Jumat, 20 Maret 2026

Eks Kapten Real Madrid dan Achraf Hakimi Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Eks Kapten Real Madrid, Sergio Ramos turut berduka cita atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Tayang:
zoom-inlihat foto Eks Kapten Real Madrid dan Achraf Hakimi Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Tragedi Kanjuruhan
Twitter
Dua mantan pemain Real Madrid mengirim ucapan belasungkawa untuk para korban tragedi Kanjuruhan di akun twiter pribadi mereka. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Eks Kapten Real Madrid, Sergio Ramos turut berduka cita atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Dalam cuitan Twitter beberapa waktu lalu, Sergio Ramos menyampaikan keprihatiannya terhadap kejadian menimpa sepakbola Indonesia.

"Patah Hati. Pikiran Kami bersama para korban dan keluarga mereka," tulis Sergio Ramos.

Pantauan Trbun Gorontalo.com, unggahan tersebut telah disukai 152 ribu, dan diretweet lebih dari 28 ribu pengguna twitter.

"Terima kasih, Kapten. Saya berharap liga kami akan segera membaik dan tidak akan ada lagi tragedi seperti ini. Tidak ada pertandingan sepakbola yang layak untuk nyawa manusia," komentar Franaseel.

"Love you idolaku. Kamu selalu bermain keras tapi tidak pernah membunuh orang," komentar pengguna lain.

Selang lima jam dari unggahan rekan setimnya, Achraf Hakimi pun turut berbelasungkawa atas tragedi Kanjuruhan.

"Hanya mengamati foto-foto dari Indonesia, melihat hal ini masih terjadi di sepakbola terlalu menyedihkan. Hatiku bersama kalian semua," kata Achraf Hakimi, dikutip TribunGorontalo.com dari twitter pribadinya, Senin (3/10/2022).

"Turut berduka cita untuk seluruh keluarga indonesia yang kehilangan orang yang mereka cintai, semoga mereka beristirahat dalam damai inna lillah wa inna ilayhi raji'un," komentar Yassine Sakhi.

Presiden Real Madrid Florentino Perez juga mengajak para Socios dalam rapat umum, untuk sejenak mengheningkan cipta.

"Saya ingin memperingati para korban tragedi yang terjadi dalam beberapa jam terakhir, di sebuah stadion di Indonesia. Dimana, lebih dari seratus orang telah kehilangan nyawa mereka. Belasungkawa terdalam kami untuk semua keluarga mereka," ucap Florentino Perez via Real Madrid TV.

Korban jiwa 125 orang

Sebelumnya korban meninggal akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupatan Malang, seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) dinyatakan mencapai 130 orang.

Namun, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang telah sinkronisasi data mengenai jumlah korban meninggal dunia tersebut.

Hasil perhitungan korban tewas yang ada di rumah sakit di kawasan Kecamatan Kepanjen serta di Kota Malang, jumlah korban tewas sebanyak 125 jiwa.

"Sebelumnya kami melaporkan ada 130 korban jiwa. Tapi setelah melakukan penelitian dan penghitungan ulang, ternyata korban tewas sebanyak 125 jiwa," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo dikutip dari TribunJogja.com, Senin (3/10/2022).

Foto Suporter Arema FC, Aremania turun ke lapangan setalah pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Kerusuhan ini dipicu Aremanis yang kecewa dengan kekalahan kandang Arema FC 2-3 dari Persebaya Surabaya.
Foto Suporter Arema FC, Aremania turun ke lapangan setalah pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Kerusuhan ini dipicu Aremanis yang kecewa dengan kekalahan kandang Arema FC 2-3 dari Persebaya Surabaya. (SuryaMalang.com/Purwanto)

Dari 125 korban tewas itu, 124 korban telah teridentifikasi identitasnya. Sedangkan satu korban lainnya belum teridentifikasi. Selain itu, ada 302 orang mengalami luka, diantaranya 21 orang luka berat.

Kerusuhan terjadi usai Arema FC takluk 3-2 dari sang tamu Persebaya Surabaya, Sabtu (1/9/2022) malam.

Setelah itu terlihat suporter mulai masuk ke area lapangan dan dihadang oleh aparat keamanan.

Kerusuhan terjadi akibat ribuan dari suporter Aremania turun ke lapangan, begitu di lapangan mereka mendapatkan hadangan dari aparat yang berjaga.

Dalam penanganan itu, terlihat pihak kepolisian yang bertugas menggunakan gas air mata untuk mengurai suporter, yang diduga pula ini jadi penyebab banyaknya korban jiwa berjatuhan.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta mengatakan justru penggunaan gas air mata sudah sesuai prosedur.

Pihak kepolisian menggunakan gas air mata karena suporter sudah bertindak anarkis dan masuk ke area lapangan.

Setelah penembakan gas air mata suporter berhamburan ke pintu 12 dan membuat area itu mengalami penumpukan.

“Saat terjadi penumpukan, itu jadi banyak yang mengalami sesak napas,” kata Nico Afinta saat konferensi pers, Minggu (2/20/20220).

“Seandainya suporter mematuhi aturan, peristiwa ini tidak akan terjadi, semoga tidak terjadi lagi peristiwa semacam in,” sambungnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved