Minggu, 15 Maret 2026

Rusuh Arema vs Persebaya

Menpora Zainudin Amali Tegakkan Aturan FIFA pada Tragedi Arema vs Persebaya yang Tewaskan 129 Orang

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali janji akan menindak tegas sesuai aturan FIFA pihak yang bertanggung jawab.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Menpora Zainudin Amali Tegakkan Aturan FIFA pada Tragedi Arema vs Persebaya yang Tewaskan 129 Orang
Kolase TribunGorontalo.com
Menpora Zainudin Amali dan keluarga mencari korban rusuh di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu hari ini. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali janji akan menindak tegas sesuai aturan FIFA (Ferederasi Sepakbola Internasional) pihak yang bertanggung jawab terhadap tragedi yang menewaskan 129 orang. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali janji akan menindak tegas sesuai aturan FIFA (Ferederasi Sepakbola Internasional) pihak yang bertanggung jawab terhadap tragedi yang menewaskan 129 orang di Stadion Kanjuruhan Malang.

FIFA telah melarang penggunaan gas air mata dalam pengamanan laga sepak bola tapi ada asap gas air mata saat kerusuhan pascalaga Arema FC versus Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam.

Menpora telah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Listyo Prabowo dan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan untuk mengambil langkah tegas penanganan secara cepat dan tepat terhadap kerusuhan yang merenggut 129 nyawa manusia.

“Saya berharap kita harus mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan pertandingan sepakbola (baik kompetisi maupun turnamen) agar tragedi Kanjuruhan ini tidak terulang lagi di masa depan,” kata Amali saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (2/10/2022).

Menpora mengatakan kejadian kerusuhan tersebut harus dijadikan pelajaran bagi semua pihak sehingga tidak terulang lagi di masa yang akan datang.

Tragedi di Kanjuruhan harus menjadi yang terakhir dalam sepak bola di tanah air.

“Kepada mereka yang harus bertanggung jawab tentu harus bisa mempertanggung jawabkan sesuai aturan yang berlaku (aturan FIFA, aturan PSSI dan aturan-aturan lainnya yang berlaku di negara ini),” katanya.

Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang antara suporter dengan aparat, memakan korban jiwa hingga lebih dari 100 orang.

Baca juga: Jokowi Minta Evaluasi Prosedur Pengamanan Sepak Bola Pascarusuh Arema vs Persebaya

Kerusuhan terjadi usai Arema FC takluk 3-2 dari sang tamu Persebaya Surabaya, Sabtu (1/9/2022) malam.

Setelah itu terlihat suporter mulai masuk ke area lapangan dan dihadang oleh aparat keamanan.

Kerusuhan terjadi akibat ribuan dari suporter Aremania turun ke lapangan, begitu di lapangan mereka mendapatkan hadangan dari aparat yang berjaga.

Dalam penanganan itu, terlihat pihak kepolisian yang bertugas menggunakan gas air mata untuk mengurai suporter, yang diduga pula ini jadi penyebab banyaknya korban jiwa berjatuhan.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta mengatakan justru penggunaan gas air mata sudah sesuai prosedur.

Pihak kepolisian menggunakan gas air mata karena suporter sudah bertindak anarkis dan masuk ke area lapangan.

Setelah penembakan gas air mata suporter berhamburan ke pintu 12 dan membuat area itu mengalami penumpukan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved