Rusuh Arema vs Persebaya

Jokowi Minta Evaluasi Prosedur Pengamanan Sepak Bola Pascarusuh Arema vs Persebaya

Presiden Joko Widodo meminta Kapolri Jenderal Pol Sigit Listyo Prabowo mengevaluasi kembali prosedur pengamanan sepak bola di Tanah Air.

Editor: lodie tombeg
TribunGorontalo.com/ist
Presiden Jokowi. Presiden meminta Kapolri Jenderal Pol Sigit Listyo Prabowo mengevaluasi kembali prosedur pengamanan sepak bola di Tanah Air. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Presiden Joko Widodo meminta Kapolri Jenderal Pol Sigit Listyo Prabowo mengevaluasi kembali prosedur pengamanan sepak bola di Tanah Air.

Presiden Jokowi menghentikan sementara Liga 1 Indonesia sambil menunggu proses perbaikan prosedur pengamanan.

Jokowi juga minta Kementerian Kesehatan dan pemda memberikan pelayanan maksimal bagi para korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang usai laga Arema FC versus Persebaya, Sabtu (1/10/2022) malam.

"Saya minta kepada Kapolri dan PSSI untuk mengevaluasi proses pengamanan sepak bola. Liga 1 dihentikan sementara sambil menunggu perbaikan prosedur pengamanan," kata Presiden Jokowi dalam keterangan pers dari Istana Bogor via chanel YouTube, Minggu hari ini.

Jokowi juga minta investigasi kasus kerusuhan hingga mendapatkan penjelasan secara objekttif mungkin.

Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani minta dibentuk tim  investigasi tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam.

Puan Maharani turut berbelasungkawa atas tragedi yang menelan 129 korban (sebelumnya 127 korban) jiwa pasca laga Arema versus Persebaya itu.

“Apa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan tadi malam adalah peristiwa yang memilukan. Atas nama Ketua DPR RI, saya turut berdukacita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dari tragedi tersebut,” kata Puan Maharani, Minggu hari ini.

Namun demikian, tegas Puan, peristiwa tersebut mutlak harus diivestigasi secara menyeluruh.

“Kenapa bisa terjadi tragedi yang memakan korban jiwa sebanyak itu di lapangan sepakbola? Bagaimana proses pelaksanaan oleh panitia penyelenggara? Bagaimana prosedur pengamanannya?” kata Puan Maharani.

“Semua harus diinvestigasi secara menyeluruh. Tidak boleh tidak! Ini soal nyawa orang yang hilang,” tegas Puan.

Perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR ini mengatakan, pertandingan sepakbola di stadion seharusnya menjadi tempat hiburan yang menyenangkan bagi masyarakat umum. Termasuk para suporter dalam mengekspresikan dukungan kepada tim kesayangannya.

“Bukan malah menjadi tempat terjadinya tragedi yang menghilangkan seratusan lebih nyawa manusia,” kata Puan.

“Nyawa manusia, nyawa kita, terlalu berharga hanya untuk sebuah pertandingan sepakbola yang berakhir dengan kerusuhan,” imbuh Puan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved