Indonesia 'Koleksi' 5,59 Juta Jiwa Orang Miskin Ekstrem: Ini Permintaan Jokowi kepada Pemda

Presiden RI Joko Widodo meminta kemiskinan ekstrem di Indonesia bisa diturunkan menjadi 0 persen pada tahun 2024.

Editor: lodie tombeg
TribunGorontalo.com/tangkapan layar video Sekneg
Presiden Jokowi di JCC, Kamis kemarin. Presiden RI Joko Widodo meminta kemiskinan ekstrem di Indonesia bisa diturunkan menjadi 0 persen pada tahun 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo meminta kemiskinan ekstrem di Indonesia bisa diturunkan menjadi 0 persen pada tahun 2024.

Kepala Negara menegaskan, saat ini telah ada data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang telah padan dengan data Dukcapil.

"Data sudah jelas ada. Di daerah-daerah ada datanya semuanya. Artinya, sasarannya jelas. _By name, by address_, nama alamat semuanya ada," ujar Presiden saat memberikan arahan kepada seluruh Menteri/Kepala Lembaga, Kepala Daerah, Pangdam, Kapolda, dan Kajati, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/92022).

Lebih lanjut, Jokowi meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah kompak bersinergi menyelesaikan berbagai aspek kemiskinan ekstrem. Mulai dari intervensi bantuan sosial, intervensi lingkungan, intervensi bangunan fisik rumah, dan juga sarana prasarana air bersih.

"Kalau kita bareng-bareng pusat daerah menuju sasaran yang kita tuju, lingkungannya digarap, air bersihnya digarap bareng-bareng. Urusan _income_ pendapatan semuanya digarap bareng-bareng. Sasarannya ada kok jelas. Nama dan alamat. Bansosnya ke sana arahkan. Perbaikan rumah kumuh arahkan ke sana," ujarnya dikutip dari kemenkopmk.go.id.

Menurut Presiden, dengan telah jelasnya data, maka penanganan kemiskinan ekstrem menjadi 0 persen pada tahun 2024 akan lebih mudah. Asalkan, dia meminta kekompakan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan dengan baik.

"Kalau dulu nama alamatnya gak jelas, sekarang ada semuanya. Inilah yang sekali lagi kita kompak bareng-bareng menuju sasaran yang kita inginkan. Saya ingin kita semua kerja konkret bersama-sama," tegas Presiden.

Sebagai informasi, tingkat kemiskinan di Indonesia menurut data BPS, Maret 2022 adalah sebesar 9,54 persen atau 26,16 juta jiwa.

Posisi ini menurun dibandingkan Maret 2021 sebesar 10,14 persen atau 27,54 juta jiwa. Kemudian, tingkat kemiskinan ekstrem juga turun. Pada Maret 2022 sebesar 2,04 persen atau 5,59 juta jiwa. Menurun dari data Maret 2021 sebesar 2,14 persen atau 5,8 juta jiwa.

Jokowi meminta percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem menjadi 0 persen pada 2024. Target itu enam tahun lebih cepat dari target penghapusan kemiskinan ekstrem dalam SDGs yaitu tahun 2030.

Setidaknya diperlukan upaya penurunan kemiskinan ekstrem sebesar 1 persen setiap tahunnya, sehingga mencapai 0 persen pada 2024.

Sebagai penguatan, pemerintah juga telah memiliki Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, yang menugaskan 28 Kementerian/Lembaga, dan seluruh Pemerintah Daerah mengambil langkah percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Baca juga: Tekan Kemiskinan, Wabup Bone Bolango Minta OPD Salurkan Bantuan

Terdapat tiga instrumen kebijakan yang telah dilakukan yakni,

- Pertama, penetapan wilayah prioritas penghapusan kemiskinan ekstrem 2022 hingga 2024.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved