Pemkab Pohuwato

Pemkab Pohuwato Rayakan World Tourism Day Ke-42 di Desa Lomuli, Wisata Gorontalo yang Berkembang

Pemerintah Pohuwato sebetulnya kata Bupati Saipul Mbuinga, memang kerap memusatkan perayaan World Tourism Day di tempat-tempat wisata Gorontalo yang p

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/Istimewa
Menurut Saipul, saat ini pemerintah terus berjuang merevitalisasi aktivitas wisata Gorontalo, terutama dalam momen World Tourism Day. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pemerintah Pohuwato memusatkan perayaan World Tourism Day ke-42 di Desa Lomuli, Kecamatan Lemito. Desa ini merupakan destinasi wisata Gorontalo yang sedang berkembang. 

Pemerintah Pohuwato sebetulnya kata Bupati Saipul Mbuinga, memang kerap memusatkan perayaan World Tourism Day di tempat-tempat wisata Gorontalo yang populer. 

Apalagi sebetulnya, wisata Gorontalo memang harus di-branding dengan sejumlah perayaan dan event khusus yang menarik. 

World Tourism Day ke-42 secara internasional perayaanya dipusatkan di Bali. Ini kabar baik karena tahun ini Indonesia terpilih sebagai tuan rumah. 

“Pelaksanaan hari pariwisata sedunia tahun ini tergolong sangat istimewa karena bangsa kita Indonesia merupakan tuan rumah penyelenggara hari pariwisata sedunia yang dipusatkan di Provinsi Bali,” ungkap Saipul.

Tema yang diangkat dalam World Tourism Day ke-42 yaitu “Rethinking Tourism”. Tema ini seperti mengisyaratkan kepada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi.

Menurut Saipul, saat ini pemerintah terus berjuang merevitalisasi aktivitas pariwisata. Hal itu untuk menggiatkan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. 

“Hal ini sangat penting untuk dilaksanakan agar seluruh kalangan mendapatkan manfaatnya secara adil dan merata.” ucap mantan wakil DPRD Pohuwato tersebut. 

Sejalan dengan ajakan dari dunia terkait pemulihan perekonomian tersebut menurut Saipul, sudah sebaiknya aktivitas pariwisata di daerah mulai dipikirkan untuk kembali dipulihkan.

Pelaku usaha pariwisata harus mengutamakan penerapan protokol kesehatan dan penerapan CHSE (Clean Health Safety, Environment).

Sementara itu, Penjabat Gubernur yang diwakili Kadis Pariwisata Provinsi Gorontalo, Rifli Katili menjelaskan, melalui peringatan World Tourism Day pihaknya telah mencanangkan tiga poin peringatan world tourism day yaitu partnerships (kerjasama), advocacy (advokasi), dan looking to the future (melihat ke masa depan). 

“Tiga poin ini tak hanya berlaku bagi pelaku usaha wisata, karena turis juga perlu menjadi lebih bijak saat mulai melancong lagi.” katanya. 

Terakhir menurut Rifli Katili, pasca dibukanya gerbang pariwisata, “kita harus membenahi banyak sektor demi pemulihan yang merata, baik itu destinasi bahari, alam, budaya, dan desa wisata yang saat ini sedang berkembang pesat.” tukas dia. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved