Kamis, 5 Maret 2026

Nasib Koalisi Nasdem-Demokrat, Pengamat: PKS Lebih Untung Gabung KIB

Tarik menarik figur capres berpotensi keretakan rencana koalisi Partai Nasdem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Kesejateraan (PKS).

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Nasib Koalisi Nasdem-Demokrat, Pengamat: PKS Lebih Untung Gabung KIB
Kolase TribunGorontalo.com
Bendera Partai Nadem, PKS dan Partai Demokrat. Tarik menarik figur capres berpotensi keretakan rencana koalisi Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS. 

"Adalah kerugian besar bagi Nasdem dan Demokrat jika PKS melabuhkan diri ke KIB karena basis massa PKS adalah aset politik untuk menjamin kemenangan siapa pun calon yang diusung oleh Nasdem dan Demokrat," kata dosen Universitas Indonesia (UI) itu.

Sebagaimana diketahui, Nasdem, Demokrat, dan PKS sejak lama saling melakukan penjajakan untuk kepentingan Pemilu 2024. Namun, koalisi antara ketiganya tak kunjung diumumkan.

Masing-masing partai mengakui bahwa ada sejumlah tantangan yang harus mereka hadapi untuk berkongsi.

Terbaru, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengatakan, partainya terus melakukan penjajakan dengan semua partai politik. Ini karena PKS belum resmi masuk ke koalisi manapun.

"Ke semua juga kita lanjutkan. Kita jaga hubungan, kita semua penjajakan ke setiap yang bisa kita lakukan sampai ketemu titik temu yang jelas," kata Aboe Bakar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/9/2022).

Aboe mengungkap, saat ini partainya juga intens berkomunikasi dengan Partai Golkar.

Namun demikian, dia mengaku hubungan PKS dengan Nasdem dan Demokrat saat ini baik-baik saja.

Menurut Aboe, selama koalisi belum diresmikan, wajar jika partai politik terus melakukan penjajakan.

Sinyal manuver PKS ini pun disambut baik oleh sejumlah partai politik, tak terkecuali Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).


Nasdem Buka-bukaan

Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya mengungkapkan sejumlah faktor mengapa partainya belum memutuskan rencana koalisi dengan PKS dan Demokrat.

Salah satu faktor itu adalah belum adanya kesepakatan mengenai pasangan calon yang akan diusung pada Pilpres 2024.

"Banyak faktor. Ada faktor capres, ada faktor cawapres, ada faktor platform, ada faktor momentum, ada banyak faktor ini kemudian terus dimatangkan," kata Willy di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Willy lantas menuturkan, sejauh ini, rencana koalisi Nasdem-Demokrat-PKS masih 80 persen.

Menurutnya, keputusan koalisi akan diumumkan oleh Ketua Umum Nasdem Surya Paloh.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved