Kadis Dinas Lingkungan Hidup Kota Gorontalo Kesal Dikritik 2 Tahun Terakhir Belum Ada Piagam Adipura
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Gorontalo mengaku kesal dikritisi dua tahun terakhir tak kunjung meraih piagam adipura sebagai Kota bersih
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Andris-Amir.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Gorontalo mengaku kesal dikritisi dua tahun terakhir tak kunjung meraih piagam adipura sebagai Kota bersih dan terbaik dalam pengelolaan lingkungan perkotaan.
Saat dihubungi TribunGorontalo.com, Andris Amir menuturkan jika mau mengkritisi kinerja Dinas Lingkungan Hidup harusnya memiliki dalil atau landasan.
Menurutnya, memang sejauh ini Kota Gorontalo belum mendapatkan adipura, dikarenakan Pemerintah Pusat meniadakan penilaian kebersihan di seluruh Indonesia dikarenakan masih pandemi covid.
"Kalaupun saat ini dilangsungkan penilaian, tentu kita tidak bisa meraih penghargaan itu," kata Andris.
"Bukan karena kita tidak mampu, hanya saja kondisi saat ini, Kota Gorontalo masih dalam tahapan renovasi infrastruktur (recovery) secara menyeluruh untuk pemulihan ekonomi," ujarnya.
“Ini sama halnya dengan kalau kita membongkar rumah, tentu semua dalam keadaan berantakan,”tuturnya.
Andris melanjutkan, saat ini dimana-mana sementara dalam pembongkaran, tidak hanya Jl Pandjaitan, namun juga di Jl beringin, belum galian selokan drainase, dan bahkan pemasangan pipa.
Rata-rata jalanan di Kota Gorontalo saat ini dalam tahapan pembongkaran, namun masih ada saja mengatakan DLH tidak punya prestasi, hanya karena tidak dapat adipura.
“Peniadaan adipura bisa lihat langsung di Google, penilaian adipura ditiadakan, dan kalaupun ada tetap tidak mungkin dapat adipura, karena semua terbongkar,” tegasnya.
"Biar mau sekuat bagaimana untuk ikut dalam penilaian adipura, kalau tidak ada penilaian juga buat apa? lantas mau dikritisi kota tidak dapat adipura" tutupnya.
(TribunGorontalo.com)