Jamur Tiram: The Hidden Product in Gorontalo
Apakah kamu pernah mencicipi jamur tiram? Ternyata jamur tiram memiliki banyak manfaat bagi tubuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Deyvie-Xyzquolyna.jpg)
Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa pola konsumsi kita dipengaruhi oleh faktor sosial budaya terutama untuk konsumsi sayur dan buah.
Dikutip dari hasil penelitian, beberapa faktor penentu pemilihan makanan adalah faktor yang berasal dari internal makanan itu sendiri seperti sifat- sifat sensoris (aroma, warna, rasa, dan tekstur) yang dimiliki makanan secara alami maupun karena pengolahan.
Faktor eksternal misalnya lingkungan sosial, kebutuhan personal secara biologi dan fisiologis, food literacy dan keterampilan memasak, budaya, tingkat ekonomi dan bahkan kehidupan politiknya.
Daerah Gorontalo misalnya, dalam pandangan penulis, masyarakat aslinya mempunyai fanatisme sendiri dalam hal mengkonsumsi sayur tertentu. Sehingga kebiasaan ini akan mempengaruhi menu makan keluarga sehari- hari.
Budidaya jamur tiram
Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jenis jamur kayu yang dapat dikonsumsi. Nama jamur tiram diberikan karena bentuk tudung jamur yang agak membulat, lonjong dan melengkung menyerupai cangkang tiram (ostreatus) (Suharyanto, 2010).
Media yang digunakan untuk budidaya jamur tiram antara lain dedak, serbuk kayu atau sekam. Secara singkat proses budidaya jamur tiram merupakan sebuah proses yang cukup lama dan telah memperhatikan aspek higienis.
Hal ini dapat terlihat sebelum bibit jamur tiram ditanam, media yang akan digunakan harus disterilkan pada suhu 1210C dan penanaman dilakukan pada ruangan khusus yang telah disterilkan menggunakan alkohol. Jika terjadi kontaminasi pada saat penyediaan media tanam dan saat penanaman, maka jamur tiram tidak dapat tumbuh.
Sehingga asumsi yang muncul bahwa jamur tiram beracun tidaklah benar. Pemahaman ini dapat muncul dan berkembang dimasyarakat disebabkan karena belum tersampaikan informasi yang benar tentang karakteristik jamur tiram.
Dapat juga terjadi karena pengalaman diri sendiri dan orang lain dalam mengkonsumsi jamur tiram. Kasus keracunan jamur liar (Chlorophyllum cf. molybdites) pernah dilaporkan oleh Putra (2021), terjadi di Surabaya dengan korban sebanyak 34 orang tanpa ada yang meninggal dunia.
Umumnya, korban keracunan jamur di Indonesia disebabkan karena salah mengenali jamur yang bisa dikonsumsi karena kurangnya pengalaman dan pengetahuan mengenai jamur beracun dan jamur edible yang ada di Indonesia.
Komponen- komponen penting dalam jamur tiram
Jamur tiram merupakan jamur edible yang mempunyai banyak manfaat bagi tubuh manusia. Komposisi kimia jamur tiram terdiri dari 10-40 persen protein, 2-8 persen lemak, 3-28 % karbohidrat, 3- 32 % serat, 8-10 % mineral yang meliputi kalium, kalsium, fosfor, magnesium, zat besi, zink, tembaga.
Vitamin yang terkandung dalam jamur tiram seperti tiamin (B1), riboflavin (B2), biotin, vitamin C, pro-vitamin A dan D.