Jamur Tiram: The Hidden Product in Gorontalo
Apakah kamu pernah mencicipi jamur tiram? Ternyata jamur tiram memiliki banyak manfaat bagi tubuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Deyvie-Xyzquolyna.jpg)
(Penulis: Deyvie Xyzquolyna, Mahasiswa Program Doktoral IPB University, Dosen Universitas Ichsan Gorontalo)
Desa Jatimulya merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo.
Desa ini jaraknya 87,8 km dari pusat Kota Gorontalo dan dapat ditempuh dengan kenderaan beroda empat selama 2 jam 24 menit.
Secara geografis desa ini berbatasan dengan Desa Tri Rukun di sebelah utara, Desa Harapan di sebelah timur, Desa Mekarjaya di sebelah selatan, dan Desa Bongo II di sebelah barat.
Mata pencaharian sebagian besar penduduk Desa Jatimulya adalah sebagai petani.
Meskipun secara demografis, masyarakat desa yang mempunyai tingkat pendidikan S1 sebanyak 90 jiwa, masih terdapat masyarakat yang tidak mengenyam pendidikan yang mencapai 42 jiwa (Data diperoleh dari informasi di Kantor Desa tahun 2021).
Tidak banyak yang mengetahui bahwa di desa ini menyimpan potensi pengembangan komoditas yang mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan manusia yaitu jamur tiram.
Satu- satunya kelompok yang bertahan sejak berdiri pada tahun 2018 hingga sekarang dalam kegiatan budidaya jamur tiram adalah Kelompok Tani Hutan (KTH) Tunas Berkah.
Dalam informasi awal yang diperoleh penulis, KTH ini mengalami berbagai kesulitan pada awal memulai usaha budidaya jamur tiram, terutama dalam hal pembibitan yang awalnya diperoleh dari daerah Jawa dan Makassar sehingga mengakibatkan harga produksi menjadi tinggi.
Masalah lain yang dihadapi oleh KTH adalah minimnya minat masyarakat baik masyarakat sekitar desa maupun masyarakat Provinsi Gorontalo pada umummya untuk mengkonsumsi jamur tiram, sehingga hal ini mengakibatkan KTH tidak dapat meningkatkan produksi, dan pada akhirnya tidak dapat meningkatkan pendapatan anggota kelompok.
Oleh karena itu, penulis ingin mengulas singkat tentang jamur tiram.
Beberapa faktor yang mempengaruhi kebiasaan makan
Makanan dan minuman apa yang sekarang ini kita konsumsi akan menjadi salah satu cara untuk kita dapat terhindar dari penyakit.
Di Inggris, penyakit terkait diet menyumbang 18 persen dari semua kematian, dan menempatkan diet sebagai penyebab masalah kesehatan lebih besar dibandingkan konsumsi alkohol, merokok, dan dikombinasi dengan kegiatan fisik yang kurang (PHE, 2017).
Peningkatan penyakit secara global juga secara paralel dihubungkan dengan masivnya industri makanan yang cenderung memproduksi makanan tinggi gula, garam, lemak, serta rendah vitamin, mineral, dan serat.